Posts tagged ‘sarasehan pancasila’

Wakil Ketua MPR Nilai Sila Kelima Pancasila Paling Sial

Wakil Ketua MPR RI Hajrianto Y Tohari menilai sila kelima Pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia adalah sila yang paling sial nasibnya. Hal ini terkait dengan berbagai kebijakan yang diambil beberapa pemerintah daerah yang tidak berpihak kepada upaya untuk memberikan rasa adil dan mensejahterakan rakyat.

“Sila kelima paling sial nasibnya. Salah satu contoh saja, pengalokasian APBD yang sebagian besar untuk belanja rutin, gaji pegawai, anggota dewan. Sementara, untuk rakyat ada yang cuma 10 persen. Bahkan ada yang cuma 5 persen,” kata Hajrianto di Jakarta, Kamis (9/6/2011).

Oleh karenanya, dalam rangka menghidupkan Pancasila di tengah masyarakat diperlukan penyuntikan virus-virus keadilan kepada para elit pembuat kebijakan. Sehingga tidak ada lagi kondisi yang njomplang, yang menomorduakan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

“Rakyat kita merindukan realisasi nilai-nilai Pancasila yang terwujud dalam bentuk keadilan dan kesejahteraan,” kata fungsionaris Partai Golkar tersebut.

Sementara Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengatakan perlu ada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila dalam perspektif keagamaan dan keadilan sosial.

LDII bersikap, Pancasila bukan milik suatu golongan, atau rezim pemerintahan pada masa tertentu. Namun suatu pilar yang dibutuhkan seluruh elemen bangsa demi menyangga keutuhan Indonesia yang majemuk. “Sudah saatnya bangsa kita kembali kepada pengamalan Pancasila yang sudah terbukti dapat mempersatukan berbagai suku, ras, dan agama mulai bangsa ini berdiri hingga saat ini,” tandasnya. [www.okezone.com]

Advertisements

June 10, 2011 at 6:31 am 1 comment

Pancasila Sangat Islami

Pengamat politik dan peneliti Pancasila Yudi Latif P hD mengatakan bahwa mempertentangkan antara Pancasila dengan Islam adalah suatu yang kontraproduktif.  Bila menilisik dari sejarah penyusunannya, banyak pemikiran-pemikiran yang Islami secara substantif yang muncul dari para faunding father kita yang juga selaras dengan kemajemukan bangsa kita.

“Sangat Islami. Memang tidak menghadirkan Islam secara simbolik dan formalistik. Namun mengedepankan yang substantif sepertu Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan Sosial dan Musyawarah,” kata Yudi Latif dalam Sarasehan Kebangsaan ‘menghidupkan’ Pancasila, oleh LDII di Wisma Besar LDII Patal Senayan, Kamis siang ini (9/5).

Yudi mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW pada saat memimpin di Madinah membangun negara dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah dan keadilan sosial.

“Keimanan seseorang pun dinyatakan tak sempurna, atau mendustakan agama bila tidak peduli fakir miskin dan anak yatim. Inikan substansi keadilan sosial,” kata Direktur Eksekutif Reform Institute tersebut.

Menurutnya redupnya Pancasila, akibat dari begitu kontrasnya Penataran P4 yang begitu gencarnya, dengan praktek KKN dan pemerintahan yang begitu otoriter, dan bersifat top down saat Orba. “Wajar bila rakyat bingung sampai muak atas terjadinya kondisi yang sangat bertolakbelakang ini,” katanya. [http://suaramerdeka.com]

June 10, 2011 at 6:20 am Leave a comment


September 2019
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 332,629 hits