Posts tagged ‘menag ldii’

Totopong Warnai Rakernas 2012 LDII

Menteri Agama Suryadharma Ali membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2012 Lembaga Dakwah Islam Indonesa (LDII di IPB International Convention Center Jalan Pajajaran Kota Bogor, Rabu (11/4/2012). Ada hal yang menarik dalam pembukaan Rakernas LDII tersebut undangan yang hadir mengenakan ikat kepala termasuk Menag Suryadharma Ali.  Ikat kepala tersebut sengaja dibagikan oleh pihak panitia.

Di Kota Bogor penggunaan ikat kepala atau orang sunda menyebutnya totopong kini terus di kampanyekan oleh para budayawan dalam berbagai kesempatan acara.  Penggunaan totopong merupakan ciri khas orang sunda. Rakernas LDII yang diikuti sekitar 1.100 peserta dihadiri Ketua MUI Pusat Adnan Harahap, dan Sekretaris Daerah Kota Bogor  Bambang Gunawan, serta tokoh-tokoh lainnya.

Dalam sambutannya Menag Suryadharma Ali menyatakan pemerintah mendukung perubahan arah dakwah LDII yang fokus pada upaya pembangunan kesalehan sosial masyarakat.  “Saya menyambut baik apa yang menjadi perjuangan LDII saat ini. Kementerian Agama siap bekerjasama dalam mendukung dakwah LDII,” katanya. Menag mengingatkan, LDII harus mengambil peran dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam mengatakan pihaknya akan menjadikan dukungan pemerintah sebagai modal untuk memulai upaya pembangunan umat.  “Ini akan menjadi modal kita dalam mengembangkan karakter umat dan akhlaqul karimah masyarakat Indonesia,” ujarnya. Rakernas 2012 akan berlangsung selama dua hari mulai 11 April hingga 12 April yang diikuti oleh anggota LDII seluruh Indonesia. Anggota LDII yang telah hadir berasal dari seluruh provinsi dan 426 kota/kabupaten se-Indonesia. (chris) [http://www.beritabogor.com]

Advertisements

April 21, 2012 at 2:41 pm Leave a comment

Menag Dukung Dakwah LDII

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyatakan pemerintah mendukung perubahan arah dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selanjutnya akan fokus pada upaya deradikalisasi dan pembangunan kesalehan sosial masyarakat. “Saya menyambut baik apa yang menjadi perjuangan LDII saat ini. Kementerian Agama siap bekerjasama dalam mendukung dakwah LDII,” katanya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2012, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4).

 Menurut Menag, LDII harus mengambil peran dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam SDA). “LDII harus menjadi bagian dalam pembangunan bangsa ini. Kembangkan sumber daya yang ada agar dapat mendorong pembangunan umat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Adnan Harapan menambahkan.

 Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam mengatakan, pihaknya akan menjadikan dukungan pemerintah sebagai modal untuk memulai upaya pembangunan umat. “Dukungan ini akan menjadi modal kita dalam mengembangkan karakter umat dan akhlaqul karimah masyarakat Indonesia,” katanya.

 Suryadharma Ali menyatakan, Islam adalah agama toleran dan memberikan hak hidup kepada agama lain. Indonesia dengan umat muslim 85 persen harus menunjukkan hidup rukun dengan umat agama lain. “Oleh karena itu, warga LDII dan umat Islam pada umumnya agar menyebarkan dakwah yang dapat menghapus stigma negatif terhadap Islam,” katanya.

 Menurut Menag, keragaman dan perbedaan merupakan sunatullah yang menjadikan kehidupan di dunia warna-warni. Perbedaan pandangan dalam Islam sendiri, tutur Suryadharma yang juga Ketua Umum PPP ini, berawal dari kebolehan bahkan anjuran berijtihad dalam memahami teks-teks keagamaan. Di masa Nabi Muhammad SAW hidup, para sahabat lebih banyak mengandalkan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, tapi setelah Nabi wafat yang berarti terputusnya wahyu kebutuhan berijtihad semakin meningkat,” ujarnya.

 Apalagi, tutur dia, banyak di antara umat Islam tersebar di wilayah kekuasaan Islam menghadapi berbagai persoalan baru yang belum ada petunjuk sebelumnya. Meski demikian, dia mengharapkan umat Islam tidak membesar-besarkan perbedaan. Namun, Menag yakin bahwa agama Islam dapat mempersatukan perbedaan-perbedaan itu, karena Islam tidak membedakan satu dengan yang lainnya.

 “Islam menghormati perbedaan ini harus kita sampaikan kepada masyarakat bahwa Islam agama yang paling tepat di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Oleh karena itu, salah jika ada yang menyatakan bahwa Islam bertentangan dengan demokrasi. Juga salah besar jika Islam tidak bisa memberikan toleransi pada perbedaan-perbedaan. Pemahaman ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang mendiskreditkan Islam,” katanya.

 Rakernas LDII berlangsung dua hari, 11-12 April 2012. Rakarnas yang dihadiri sekira 1.500 pengurus LDII di seluruh Indonesia itu akan ditutup Wakil Presiden Boediono. Sejumlah tokoh hadir dalam rakernas ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan lainnya. (Yudhiarma)http://www.suarakarya-online.com

April 12, 2012 at 5:43 am Leave a comment

Menag: Ajaran Islam Justru Memberikan Hak Hidup Kepada Agama Lain

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan tidak benar ajaran Islam itu keras, tidak toleran dan tidak memberikan hak hidup kepada agama lain. Indonesia yang umat muslimnya sekira 85 persen telah menunjukkan hidup rukun dengan umat agama lain (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Chu).

Pemeluk agama mayoritas memberi tempat kepada pemeluk umat agama lain yang minoritas untuk melakukan aktivitas sehari-hari. “Oleh karena itu, warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia –red) dan umat Islam pada umumnya agar menyebarkan dakwah yang dapat menghapus stigma negatif terhadap Islam,” kata Menag pada acara pembukaan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) di Gedung IPB International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4)

Menurut Menag, keragaman dan perbedaan merupakan sunatullah yang menjadikan kehidupan di dunia warna -warni. Dia mengutip al-Qur`an surah Hud, ayat 118, “Dan kalaulah Tuhanmu (wahai Muhammad) menghendaki, tentulah Ia menjadikan umat manusia semuanya menurut agama yang satu. (Tetapi Ia tidak berbuat demikian) dan kerana itulah mereka terus-menerus berselisihan.” Perbedaan pandangan dalam Islam sendiri, kata Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum PPP itu, berawal dari kebolehan bahkan anjuran untuk berijtihad dalam memahami teks-teks keagamaan. “Di masa Nabi Muhammad SAW hidup, para sahabat lebih banyak mengandalkan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, tapi setelah Nabi wafat yang berarti terputusnya wahyu kebutuhan berijtihad semakin meningkat.” Apalagi, lanjutnya, banyak di antara umat Islam tersebar di wilayah kekuasaan Islam menghadapi berbagai persoalan baru yang belum ada petunjuk sebelumnya, dari sini muncul perbedaan yang disebabkan teks keagamaan al-Qur`an dan hadist yang mengandung berbagai penafsiran dan adanya perbedaan tingkat pemahaman. (more…)

April 12, 2012 at 5:39 am Leave a comment

Menteri Agama Dukung Perubahan Arah Dakwah LDII

Bogor (ANTARA News) – Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pemerintah mendukung perubahan arah dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selanjutnya akan fokus pada upaya pembangunan kesalehan sosial masyarakat.

“Saya menyambut baik apa yang menjadi perjuangan LDII saat ini. Kementerian Agama siap bekerjasama dalam mendukung dakwah LDII,” katanya pada pembukaan rapat kerja nasional LDII 2012 di IPB International Convention Center Bogor, Rabu.

Menurut Menteri, LDII harus mengambil peran dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam. “LDII harus menjadi bagian dalam pembangunan bangsa ini. Kembangkan sumber daya yang ada agar dapat mendorong pembangunan umat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Adnan Harapan menambahkan.

Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam mengatakan pihaknya akan menjadikan dukungan pemerintah sebagai modal untuk memulai upaya pembangunan umat. “Dukungan ini akan menjadi modal kita dalam mengembangkan karakter umat dan akhlaqul karimah masyarakat Indonesia,” katanya.(KR-LR) [http://www.antaranews.com]

April 11, 2012 at 11:31 am Leave a comment

Menag Terima Kunjungan LDII

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bertemu dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di Kementeri Agama, Jakarta, Jumat (9/3). Pertemuan tersebut membahas mengenai peran ulama dalam mengatasi kekerasan ygang terjadi saat ini. [http://foto.detik.com/]

March 11, 2012 at 7:02 pm Leave a comment

Menag Dorong Ponpes Ajarkan Ilmu Pengetahuan

Menteri Agama Suryadarma Ali mendorong pondok pesantren sebagai basis pendidikan agama juga harus mengajarkan ilmu pengetahuan termasuk dalam hal perdagangan. “Saya melihat di pondok ini (LDII) sudah diajarkan untuk mendiri seperti banyaknya santri yang berdagang di sepanjang jalan masuk pondok,” ungkapnya, di sela-sela kunjungan ke Ponpes LDII Burengan Kediri, Sabtu (3/12/2011) malam.

Hal ini terlontar karena pemerintah menilai masih enggannya umat Islam dalam mendalami ilmu pengetahuan, yang menyebabkan kecilnya kontribusi mereka dalam GDP dunia. “Umat Islam dunia jumlahnya 15% seperti kajian litbang LDII,namun kontribusinya ke GDP dunia hanya 4% ini sangat mengkawatirkan,” jelas Suryadarma Ali, seperti dikutip dari rilis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (4/12/2011).

Menurut Suryadarma Ali, Pemahaman agama yang sempit menyebabkan umat Islam hanya memandang ilmu pengetahuan bukan sebagai sebuah kebutuhan utama dibanding dengan ilmu agama. “Ketertinggalan ini adanya persepsi yang salah karena agama hanya dipandang berkaitan dengan Fiqih Tarekhat saja. Padahal dalam Al Quran dan Hadist menjelaskan pentingnya akan belajar mengenai ilmu pengetahuan guna meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan,” katanya

Suryadarma Ali mengatakan diperlukan adanya persamaan persepsi dan menghilangkan dikotomi mengenai pentingnya pemaham ilmu pengetahuan dalam ajaran Islam. “Saya sering mencontohkan orang Madura sebagai gambarannya. Mereka ini kan maaf sebagian besar sebagai pengepul barang bekas di daerah perantauan, namun mereka sukses bahkan bisa berhaji. Ini kenapa? Karena mereka memahami ilmu pengetahuan jual beli barang bekas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan, minimnya kontribusi dunia Islam terhadap PDG dunia dikarenakan masih belum adanya persatuan dan kebulatan tekad diantara mereka. “Potensial Ekonomi dunia Islam sangat membanggakan jika dikelola dengan serius dan ini akan bisa menyaingi ekonomi pasar yang dikembangkan dunia barat. Tentunya langkah pertama negara-negara islam jarus bersatu dahulu,” jelas Prasetyo Sunaryo.

LDII, menurutnya, sudah memberikan berbagai keterampilan ilmu pengetahuan kepada setiap santri agar bisa mandiri jika diterjunkan ke masyarakat dalam tugas Amal Makhruf Nahi Mungkar. “Setiap lulusan pondok LDII selalu dibekali keterampilan yang berguna untuk mereka mencari maisyah yang halal dan bisa berkontribusi kepada masyarakat disekitar tempat mereka berdomisili,” kata Prasetyo. [http://id.berita.yahoo.com]

January 1, 2012 at 9:38 am Leave a comment


June 2019
M T W T F S S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 331,694 hits

Top Clicks

  • None