Posts tagged ‘ldii mui’

LDII Sebarkan Pesan Moral Agama Lewat GNCB

Kendari, (ANTARA News) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tenggara (Sultra), menyebarkan pesan-pesan moral agama melalui Gerakan Nasional Cinta Bahari (GNCB).”Dalam GNCB, kita menggalakkan penanaman pohon bakau pada wilayah pesisir di seluruh kabupaten dan kota di Sultra masing-masing sebanyak 1.000 pohon,” kata Ketua DPW LDII Sultra, L Kadir di Kendari, Jumat.

Dalam mendorong masyarakat wilayah pesisir agar dapat menyukseskan gerakan menanam pohon bakau tersebut kata dia, maka LDII memberikan pemahaman kepada warga bahwa menanam pohon akan memberikan banyak manfaat dan pahala. Ketika pohon yang ditanam itu tumbuh besar ujarnya, pohon tersebut akan melindungi pantai dari abrasi sekaligus menjadi habitat sejumlah ikan dan kepiting bakau dan organisme laut lainnya.

Saat berbagai jenis ikan dan kepiting itu dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan manusia kata dia, maka yang menanam pohon bakau tersebut akan terus mendapatkan pahala kebajikan meski yang bersangkutan sudah meninggalkan dunia. “Dalam menyebarkan pesan-pesan moral agama dalam GNCB ini kami bekerjasama dengan Majelis Ulama Islam Indonesia,” katanya.

Diharapkan ujarnya melalui pesan-pesan moral agama yang disampaikan melalui GNCB tersebut dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan warga untuk gemar menanam pohon, baik hanya pohon bakau di wilayah pesisir maupun pohon lain di lahan-lahan kritis atau yang sudah gundul. “LDII dan MUII berkeyakinan, bahwa kalau masyarakat sudah memahami betul betapa besar manfaat dan pentingnya menanam dan memelihara satu pohon, tidak ada lagi warga yang sembarangan menebang pohon atau merusak lingkungan,” katanya.

Menurut Kadir, GNCB yang dipelopori LDII bersama MUII tersebut secara nasional sudah dicanangkan di Kota Kendari, Provinsi Sultra pada Minggu, (18/12) oleh Ketua Umum LDII, Abdul Syam. Pada acara pencanangan yang hadiri 33 Pengurus LDII di seluruh Indonesia itu, dilakukan penanaman pohon bakau sebanyak 3.000 pohon di wilayah pesisir Teluk Kendari.(Ant)[http://sultra.antaranews.com]  [foto:detik.com]

Advertisements

January 1, 2012 at 8:40 am 1 comment

Pemerintah Diminta Lebih Perhatikan Nasib Dai dan Mubaligh

Majelis Ulama Indonesia dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para guru agama Islam non formal  seperti ustad dan mubalihg di seluruh Indonesia. Menurut Ketua MUI, KH Umar Shihab, pemberian insentif  yang layak kepada para guru tersebut guna merangsang mereka lebih mendedikasikan pengajarannya kepada masyarakat.

”Dengan adanya insentif yang diberikan kepada para dai dan mubaligh seperti apa yang dilakukan pemerintah propinsi Sulawesi Selatan ini membuat mereka akan lebih giat dan berkonsentrasi dalam mensiarkan segala ajaran yang terkandung di Alquran. Ini perlu dicontoh oleh daerah lain,” cetusnya seusai pertemuan dengan seluruh ormas islam dan pemerintah propinsi Sulsel di Makasar.

Pemahaman ajaran islam yang menyeluruh dan mendalam di masyarakat dapat meminimalisir dan menghilangkan praktek radikalisme yang sering terjadi saat ini. ”Pemahaman Agama Islam yang setengah-setengah menyebabkan timbulnya radikalime disebagian besar negara yang berpenduduk Muslim bahkan tidak terkecuali di Indonesia,” tegas Umar.

Lebih jauh Umar mengatakan, banyaknya praktek radikalisme di Indonesia ditengarai adanya beberapa faktor antara lain kurangnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap kelompok-kelompok yang merasa termajinalkan. Akibatnya, kelompok ini selalu menggunakan ajaran agama tertentu sebagai pembenaran. ”Ini jelas tidak bisa dibiarkan, MUI dan ormas Islam tidak bisa berkerja sendiri tanpa adanya dukungan dan perhatian pemerintah baik di pusat atau di daerah bahkan hingga ke pedesaan kalau perlu membantu mereka (ustad dan mubaligh),” lanjutnya. (more…)

October 26, 2010 at 1:50 pm Leave a comment

Radikalisme Karena Pemerintah Minim Perhatian

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta pemerintah lebih memperhatikan nasib para guru agama Islam non formal seperti ustad dan mubalig di seluruh Indonesia. Hal tersebut penting agar ustad dan mubalig bisa total menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat dan pada gilirannya meminimalisasi bahkan menghilangkan radikalisme.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Umar Shihab usai mengikuti Senam Barokah yang digelar LDII Sulsel, Minggu, 24 Oktober 2010. “Insentif kepada para guru agama Islam akan memotivasi mereka untuk lebih giat dan berkonsentrasi dalam menyampaikan syiar yang terkandung di Alquran,” kata KH Umar Sihab kepada wartawan di Makassar.

Sebab Umar Shihab menilai, banyaknya praktik radikalisme di Indonesia yang sering terjadi saat ini karena faktor minimnya perhatian dari pemerintah. “Pemahaman agama Islam yang setengah-setengah menyebabkan timbulnya radikalisme di sebagian besar negara yang berpenduduk muslim,” tegas Umar Sihab.

Ia menegaskan, MUI tidak akan membiarkan setiap ajaran yang mengarah pada radikalisme. Hal itu, kata Umar, muncul karena kurangnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap kelompok-kelompok yang merasa termarjinalkan, sehingga mereka selalu menggunakan ajaran agama tertentu sebagai pembenaran.

Di tempat yang sama Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam mengatakan, pembinaan terhadap para guru agama non formal ini tidak bisa dibebankan kepada MUI saja melainkan tanggung jawab seluruh Ormas Islam di Indonesia dan peran serta pemerintah. “Tugas MUI adalah menjaga Ukhuwah Islamiyah atau persatuan dan perdamaian umat di Indonesia. Nah tugas ormas Islam dan pemerintah baik pusat atau daerah adalah berusaha untuk memperhatikan nasib para dai di daerahnya masing-masing,” katanya. (more…)

October 26, 2010 at 1:44 pm Leave a comment

Halal bi Halal, Bermula dari Buya Hamka dan Bung Karno

Ada kisah menarik yang disampaikan Ketua MUI, Umar Shihab, mengenai asal-usul halal bi halal yang menjadi tradisi di Indonesia. Menurutnya, tradisi yang baik ini pertama kali dikenal pada 1963, saat Buya Hamka bertemu dengan Presiden Soekarno di Istana Negara dalam suasana Idul Fitri.

“Pada saat keduanya berjabat tangan, Buya Hamka mengatakan kita halal bi halal, dan Bung Karno mengatakan juga dengan keras halal bi halal. Lalu tahun-tahun berikutnya Bung Karno yang mempopulerkannya,” ungkap Umar Shihab dalam acara halal bi halal 1431 H LDII di Sekretariat DPP LDII Jakarta.

Menurutnya, dalam sebuah wawancara Buya Hamka pernah mengatakan bahwa makna halal bi halal adalah bertemunya pribadi-pribadi yang suci yang telah serius menggembleng dirinya dalam bulan Ramadhan. “Halal itu suci, bersih, baik. Halal bi halal adalah upaya mempertemukan pribadi-pribadi yang baik yang telah sungguh-sungguh menjalankan ibadah Ramadhan, begitu keterangan Buya,” kata Umar yang saudara kandung mantan Menag Prof Dr Quraish Shihab tersebut.

Dalam bahasa agama, halal bi halal sepadan dengan silaturahim. Umar mengatakan bahwa adalah orang yang merugi bila enggan menyambung bahkan memutuskan sialturahim. Dalam kesempatan yang sama Katib Aam PBNU, KH Dr Malik Madani, mengatakan bahwa halal bi halal adalah local wisdom, yang perlu dipelihara keberlangsungannya, dalam upaya untuk mempertahankan ukhuwah Islamiyah.  “Yaitu persaudaraan yang Islami. Hal ini tidak terbatas dengan sesama muslim saja. Tapi bisa dengan pemeluk agama lain dengan spirit nilai-nilai Islam,” papar Malik.

Menurutnya, inti persaudaraan yang Islami adalah yang mengedepankan nurani dan lebih produktif, lebih mengayomi keutuhan bangsa kita yang majemuk, daripada ukhuwah diniyah yang jahiliyah. “Ukhuwah diniyah yang jahiliyah itu, adalah persaudaran orang-orang seagama, tapi spiritnya tidak Islami, misalnya persaudaran untuk melakukan teror bom yang mengganggu ketentraman dan keamanan bangsa,” katanya. [http://www.republika.co.id]

Keterangan foto: Dari kiri, Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua MUI Umar Shihab, Anggota DPD AM Fatwa, dan Ketua Umum LDII Abdullah Syam dalam acara silahturahim dan halal bihalal Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di kantor LDII, Jakarta (Kamis 7/10) malam. [http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=5879]

October 8, 2010 at 4:07 pm Leave a comment

LDII Ajak Ormas Tingkatkan Kebersamaan dan Kamtibmas

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak jajaran organisasi kemasyarakatan (Ormas) khususnya Ormas Islam di Indonesia untuk meningkatkan silarahmi guna meningkatkan kebersamaan, persaudaraan, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).  Ajakan tersebut dikemukakan Ketua Umum DPP LDII Prof Dr KH Abdullah Syam dalam acara Halal Bihalal jajaran LDII dengan sejumlah Ormas Islam, di Jakarta, kemarin malam, yang bertemakan “Kita Tingkatkan Kebersamaan, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”.

Hadir dalam acara itu antara lain Ketua MUI Pusat Prof Dr Umar Shihab, anggota DPD-RI AM Fatwa, perwakilan PP Muhammadiyah yakni Abdul Mu’ti, perwakilan PBNU Dr Malik Madani dan Ketua Partai Gerindra Prof Dr Suhardi, Kombes Pol Muktiyanto dari Mabes Polri dan unsur tokoh masyarakat.

Menurut Abdullah Syam, melalui Halal Bihalal, LDII ingin mendorong jajaran Omas Islam untuk meningkatkan saling silaturahmi sehingga terjadi peningkatan kebersamaan dan persaudaraan guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.

“Kami prihatin dimana akhir-akhir ini di sejumlah daerah terdapat ketidakharmonisan hubungan antar warga masyarakat, sehingga sudah saatnya jajaran Ormas Islam, para tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk meningkatkan ajang silaturahmmi dan kebersamaan agar terjaga kamtibmas,” katanya.

Abdullah juga menyatakan, LDII mendorong ajang silaturahmi antar Ormas Islam dan tokoh masyarakat perlu dilanjutakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan desa/kelurahan hingga tingkat RT/RW. (more…)

October 8, 2010 at 4:01 pm Leave a comment

Khataman Ibn Majah LDII Medan

Ketua Umum MUI Medan Prof Dr HM Mohd Hatta merasa bangga dengan kuat dan kokohnya jalinan ukhuwah Islamiyah yang dilakukan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) terhadap sesama anggotaya dan umat Islam lainnya.

“Saat kami berkunjung ke Jember, Jombang dan beberapa daerah di Pulau Jawa, ukhuwah Islamiyah di antara jemaah LDII sangat kuat. Bahkan, ketika mertua saya meninggal duniadi Garut, banyak orang LDII bertakziyah,” katanya ketika membuka khataman membahas Kitab Hadits Sunan Ibnu Majah Jilid II di Masjid Al-Fath Markas LDII Medan Jalan Sei Wampu, Selasa (11/5) malam . Acara dihadiri ratusan jemaah LDII turut dihadiri sejumlah pengurus MUI Medan di antaranya Ketua Komisi Dakwah KH Zulfiqar Hajar Lc, Dr HM Zuhri, Drs H Nasrun Zakaria dan Drs H Legimin Syukri. Sedangkan dari LDII Medan di antaranya dihadiri Ketuanya Ir H Agus Purwanto dan H Mubarak dan undangan lainnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan LDII dengan membahas kitab hadis Muktabar (ditulis oleh ahlinya-red) diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan jemaah dalam mempelajari hadis-hadis sebagai upaya mencetak mujahid-mujahid. Dia berharap, apa yag ditudingkan terhadap LDII melalui fitnah dan isu hendaknya dapat dijawab dengan hikmah. Sehingga, pihak lain akan mengetahui apa sebenarnya LDII itu.

Sementara itu, KH Zulfiqar Hajar menyatakan, fitnah yang dialami LDII sama fitnah dirasakan Ustadzah Hj Irena Handono yang didatangkannya ke Medan dan Pematang Siantar berupa “Safari Dakwah” sejak 5-10 Mei. Dia melihat, paham yang diajarkan di LDII tidak lari dari ajaran Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW (Hadits). Bahkan, jemaah LDII sangat tekun mempelajari tentang Islam, termasuk saat ini membahas Kitab Hadits Sunan Ibnu Majah yang memasuki jilid II.

Zulfikar berharap kepada LDII agar berbuat seperti dikatakan Rasulullah SAW dalam satu haditsnya: “Hendaklah terus-menerus kelompok umat yang berani menyatakan kebenaran dan tidak takut terhadap pihak lain” ungkap pimpinan Majelis Taklim Jabal Noor ini.

Sebelumnya, Ketua LDII Medan H Agus Purwanto menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada ulama di Medan, khususnya MUI yang memberikan dukungan dan memotivasi LDII, sehingga pihaknya bangkit untuk menunjukkan jatidiri sebenarnya yang masih dan akan tetap berpedoman kepada Alquran dan Hadits Rasulullah SAW

May 15, 2010 at 12:02 am 2 comments

Dokumentasi Pelatihan Da’i Da’iyah LDII III

Berikut dokumentasi beberapa foto Pelatihan Da’i Da’iyah angkatan III Tahun 2010 yg dihadiri oleh perwakilan da’i da’iyah se Indonesia. Acara ini digelar kerjasama DPP LDII dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor DPP LDII  Wisma Besar Senayan 27 Februari – 3 Maret 2010 yang lalu.  Materi pelatihan ini antara lain tentang Metode dakwah dialogis,  Reformasi dakwah,  Ilmu kalam,  Ulumul Qur’an,  Pola berdakwah untuk mewujudkan kampung madani dll.

Pembawa materi pelatihan antara lain Prof.Dr.KH.Said Aqil Husein Al-Munawar, MA,  Prof.Dr.H. Mohammad Ardani,  MA,  Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, MA,  Prof.Dr.H. Abdul Aziz Dahlan, MA,  Prof.Dr.H. Achmad Mubarok, MA,  DR.K.H. Syafi’i Mufid, MA,  DR.H.Fuad Thihari, MA,  KH.Nuril Huda, DR.KH.M.Hamdan Rasyid,MA, DR.H.Wahib Mufthi,MA, KH.Noor Syuaib Mundzir,SH,MA, dan Drs.H.Muhammad Zainuddin.

(more…)

March 20, 2010 at 4:34 am Leave a comment

Older Posts


September 2019
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 332,561 hits