Posts tagged ‘ldii makasar’

LDII: Indonesia Dilanda “Tsunami Sosial”

Ketua LPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) H Prasetyo Sunaryo mengatakan, Indonesia kini dilanda “tsunami sosial” yangperlu disikapi secara serius oleh pemerintah.

“Indonesia kini dilanda “tsunami” sosial, mulai dari maraknya kasus penculikan bayi, pemerkosaan anak dibawah umur hingga merebaknya video porno mirip artis,” kata Prasetyo disela-sela kegiatan LDII memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia yang di pusatkan di Makassar, Senin.

Menurut dia, pemerintah selaku pengambil kebijakan agar menyikapi persoalan sosial itu secepatnya, jika tidak ingin bangsa ini, khususnya generasi muda semakin terpuruk.

Selain itu, lanjutnya, persoalan itu harus disikapi bersama dengan membangun solidaritas, karena tidak mungkin memperbaiki moral bangsa itu tanpa kebersamaan.

Khusus menyangkut beredarnya video yang mirip dengan tiga artis papan atas yakni Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, ia mengatakan, Kimisi I DPRharus didorong untuk mengevaluasi Undang-Undang Teknologi dan Informasi (UU TI) dan membuat UU TI yang baru.

“Peranan orang tua sangat penting untuk membetengi anak-anaknya dengan nilai-nilai moral yang merupakan cerminan ajaran agama dan nilai-nilai budaya bangsa,” katanya. [http://www.antaranews.com]

Advertisements

June 21, 2010 at 11:58 pm 1 comment

LDII Usulkan Nasionalisme Religius

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengusulkan agar seluruh kelompok keagamaan yang ada di Indonesia mengutamakan nasionalisme religius dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketua LDII Sulsel, Hidayat Nahwi Rasul mengemukakan kelompok keagamaan yang ada harus membangun manfaat dan pencitraan agar agama menjadi sumber nilai tentang etika dan kejujuran.

“Inilah sebenarnya inti pokok dari usulan LDII agar nasionalisme religius ini dikedepankan untuk mencegah persoalan-persoalan terorisme dari segala sisi. Kita juga bisa mensolve dengan pendekatan kultural di masyarakat dan tentu upaya-upaya penegakan hukum dari pemerintah,” ungkapnya usai melaporkan rencana Musda LDII 21 Maret mendatang kepada Gubernur Sulsel, di Kantor Gubernur, Kamis (11/3).

Dia melanjutkan, apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah upaya memberantas aksi terorisme sudah sangat tepat. Membangun sebuah suasana aman dan tertib dalam kehidupan bernegara sudah menjadi kewajiban pemerintah. Untuk menciptakan suasana aman dan tertib selain kesejahteraan dan demokrasi, pemerintah juga wajib mewujudkan suasana aman dan tertib sehingga masyarakat dapat hidup tenang, bisa mencari maisyah dan hidup berkeluarga dengan tenang.

Lebih jauh dikemukakan, LDII rencananya akan menggelar Musda selama dua hari, 21-22 Maret di Hotel Singgasana dengan agenda utama pemilihan ketua dan pengurus LDII yang baru.  Ada beberapa nama yang mencuat untuk menggantikan Hidayat Nahwi Rasul sebagai Ketua LDII Sulsel. Diantaranya Prof Dr Hariyanto yang saat ini menjabat Wakil Ketua LDII Sulsel, Dr Sukardi Weda yang merupakan Wakil Ketua LDII Makassar, dan Drs Ishak A Ballado yang merupakan pengurus Kahmi.

Hidayat sendiri sudah mengundurkan diri dan tidak akan maju lagi dalam bursa pemilihan Ketua LDII Sulsel. Dia mengaku akan berkonsentrasi sebagai Dewan Penasehat LDII. Selain agenda pemilihan pengurus LDII, Musda mendatang juga akan dirangkaikan dengan penandatangan MoU dengan Pemprov Sulsel terkait program Go Green dan penyediaan guru baca tulis Alquran sebanyak 500 orang yang akan disebar ke seluruh kabupaten/kota se Sulsel. (http://www.ujungpandangekspres.com)

March 14, 2010 at 2:21 pm 2 comments

Kunjungan MUI di Masjid Roudhatul Jannah Makassar

Berikut dokumentasi foto kunjungan MUI Makasar di Masjid Roudhatul Jannah Makassar 16 septemmber 2009.

kunjungan mui makasar ke ldii

itikaf ldii makasartausyiah mui makasar ldii

September 18, 2009 at 3:52 am 1 comment

Puasa Mempertebal Modal Sosial

”Perjuangan” umat Islam di bulan puasa telah memasuki hari terakhir. Selama sebulan penuh kaum muslimin di seluruh dunia menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan salah satu rukun Islam, yakni ibadah puasa. Kewajibannya melekat kepada setiap individu muslim dan tertuang dalam Alquran Surat Albaqarah ayat 183.

Menurut hadis, segala amalan di bulan Ramadan, baik atau buruk, dilipatkan sepuluh kali. Amalan buruk juga dilipatkan sepuluh kali karena di bulan puasa Allah membelenggu syaitan yang selama ini bertugas menggoda anak Adam untuk berbuat dosa.

Bila di bulan puasa seseorang tetap berbuat maksiat, berarti itu tanggung jawab penuh dirinya karena tidak ada campur tangan syaitan. Wajar kalau amalan buruk di bulan puasa diganjar sepuluh kali lipat dari hari biasa. Amalan buruk, semisal berbohong dan mengambil sesuatu yang bukan haknya, juga bisa mengurangi pahala puasa, bahkan membatalkan.

Dari segi waktu, bulan Ramadan dapat dibagi menjadi dua rentang waktu, yakni malam pertama sampai 20 dan malam 21 sampai 30. Malam 21 sampai 30 menjadi istimewa karena diantara sepuluh malam itu ada malam qadar (lailatul qadar). Malam qadar adalah malam yang sangat istimewa karena lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan.

Malam qadar adalah ”bonus” yang sangat luar biasa bagi umat Nabi Muhammad. Menurut hadis, usia umat Nabi Muhammad berada pada kisaran 60 sampai 70 tahun. Usia yang sangat singkat bila dibandingkan dengan usia umat Nabi-nabi terdahulu. Umat Nabi Muhammad memiliki kesempatan untuk beramal kebaikan sangat pendek. Padahal umat Bani Israil ada yang pernah beramal baik selama seribu bulan tanpa sekejap pun berbuat kejelekan.

(more…)

September 24, 2008 at 8:54 am Leave a comment

LDII Gelar Telekonferensi Tiga Kota

Makassar, Tribun – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar telekonferensi di tiga kota di Indonesia secara langsung. Telekonferesi di Makassar ini diselenggarakan dari Masjid Nurul Huda, Bontoduri, Makassar, Minggu (21/9) malam. Tiga kota tersebut adalah Makassar, Bali, dan Jakarta. Di Bali telekonferensi itu digelar langsung di Gedung Serba Guna LDII Bali Panen Griya sedangkan di Jakarta dilaksanakan di Masjid Al Bina di Senayan.
 
Dalam kegiatan ini hadir sebagai pembicara Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Said Agil. Ini merupakan rangkaian kegiatan itikaf yang selalu dilakukan LDII di setiap 10 malam terakhir Ramadan. Menurut Ketua LDII Sulawesi Selatan, Hidayat Nahwi Rasul, di malam terakhir Ramadan digelar pula pembacaan Hadis sebanyak tiga kali.

“Acara telekonferensi ini merupakan salah satu kepedulian kami dalam peningkatan kualitas umat dalam pengembangan penggunaan ICT (information communication technology),” ucap Hidayat. Selain itu, penggunaan ICT juga mempermudah penyebaran dakwah.

Kepala Regional Indosat Kawasan Indonesia Timur, Fajar Oetomo juga hadir untuk memberikan dukungan telekonferen yang menggunakan satelit dari Satelindo dengan High Speed data. Menurut Fajar, saat ini Indosat tengah mempersiapkan peluncuran program 4G yang rencananya akan digelar pada semester satu 2009.

Selain menggelar kegiatan telekonferen yang berisi dakwah, LDII juga melaksanakan kajian- kajian islam dan kegiatan amaliah lainnya berupa bakti sosial. (sumber:www.tribun-timur.com)

September 23, 2008 at 4:44 am Leave a comment

Jalan Sehat LDII-Indosat Makasar

Berikut beberapa dokumentasi acara jalan sehat yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DPD Kota Makasar dengan Indosat Makasar pada tanggal 24 Agustus 2008 kemarin.

September 18, 2008 at 6:24 am Leave a comment

Islam Agama Cinta Damai

Dalam pencarian sumber riset di indonesia timur untuk sebuah kantor berita luar negeri , saya mulai pada suatu hari Jumat di Kota Makasar, karena saya saat itu [2002] baru mendarati makasar atas penerbangan dari Jakarta dan jam menunjukkan pukul 11.45, saya pun memanggil becak minta diantar ke mesjid terdekat. rupanya sang pengayuh becak juga sedang menuju masjid, “wah mas saya mau jumatan” katanya menolak saya sebagai penumpang, “tapi saya juga mau jumatan, saya sdg mencari mesjid terdekat, kalau begitu kita ke masjid saja bersama-sama”. Tak kuasa menolak, saya pun diangkut abang becak asal pasuruan yang beristrikan bugis itu.

Di perjalanan, sambil mengayuh si abang becak memberitahu saya sesuatu, “saya sholat di masjid tempat pengajian saya mas, jadi agak jauh.” setelah saya bilang bahwa saya ikut saja, saya kemali bertanya saat melintasi sebuah mesjid besar di persimpangan menuju jalan raya cerekang. “Kenapa tidak di sini saja pak, sholat jumatnya?” si Abang becak menjawab, “yang disini khotbahnya pakai bahasa Indonesia, mas. di tempat kami khotbah jadi satu sama sholat, jadi pakai bahasa arab dan tidak boleh seperti ceramah biasa.”

Benar saja, mesjidnya kira-kira 5 menit dari mesjid yang tadi sempat kami lintasi. Kira-kira berukuran 10 x 25 meter persegi, dua lantai, nampak tanpa ada kubah khas masyarakat hindu dan sikh di India, disekelilingnya berderet rumah-rumah petak berlantai dua yang merupakan tempat tinggal mubaligh dan takmir mesjid, serta dua rumah singgah untuk tamu dan sebuah dapur terbuka.

Lagi, abang becak benar, khutbah jumatnya pakai bahasa arab, untung saya sempat ber’inkubasi’ di pesantren, jadi dengan isi khutbah cukup mengerti. luar biasa, pesan perdamaian dari Alqur’an dan hadits2 nabi dipaparkan secara gamblang, sayangnya, yang tahu hanya mereka yang mengaji di masjlis taklim itu atau ornag-orang yang belajar agama Islam dengan baik. berbeda, karena biasanya saya lihat khatib dan imam adalah orang berbeda, ini benar-benar seperti di jazirah arab, khatib sekaligus imam.
(more…)

September 15, 2008 at 9:15 am 19 comments


June 2019
M T W T F S S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 331,694 hits

Top Clicks

  • None