Posts tagged ‘dai ldii’

Pelatihan Da’i & Mubaligh LDII Se-Surakarta

Sejumlah 57 orang yang meliputi para mubaligh, kyai dari LDII kota Surakarta serta perwakilan dari Indramayu mengikuti kegiatan penguatan kompetensi Da’i dan muballigh yang diselenggarakan di Sarangan pada tanggal 24-25 Desember 2011. Kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengajar/mubaligh di kalangan LDII terutama di Kota Surakarta sehingga dalam menyampaikan ilmu agama kepada masyarakat bisa efektif dan efisien.

Hari Sumarsono, salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya metode pembelajaran yang harus digunakan oleh mubaligh dalam menyampaikan ilmu agama. Metode tersebut antara lain dengan SIT (Start Inform Test) yang digunakan untuk penyampaian knowledge berupa teori atau konsep dan SLI (Start Learn Implement) untuk materi yang bersifat skill/praktek.

Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, hal ini bisa dilihat dari interaksi para peserta ketika pelatihan ini berlangsung. Bahkan dalam acara tersebut, para peserta juga bersemangat ketika diminta untuk merumuskan rencana pembelajaran praktis sebagai persiapan sebelum mengajar.

H. Drs Muh Toyibun dalam penutupan acara berpesan agar sepulang dari Sarangan, hasil kegiatan tersebut bisa ditularkan kepada rekan-rekan mubaligh yang ada di daerahnya masing-masing sehingga diharapkan dalam mengajarkan ilmu agama, para mubaligh LDII khususnya di Kota Surakarta memiliki standar yang sama mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat. (aa)[http://ldii-solo.com]

Advertisements

January 1, 2012 at 8:45 am Leave a comment

MUI Sulsel – DPW LDII Latih Dai

Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) bersama Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) merencanakan pelatihan materi dakwah Ramadhan sebagai salah satu upaya mewujudkan suasana rukun, damai, dan kompak di Sulawesi Selatan pada bulan Ramadhan mendatang. Hal itu terungkap dalam pertemuan Majelis Ulama Indonesia Proinsi Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) dan Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) di kantor MUI Sulsel, Masjid Raya Makassar pada Senin (13 Juni 2011).

“Rencana pelatihan dai mudah-mudahan dapat diselenggarakan sebelum Ramadhan ini, selain itu kami juga menyampaikan rencana kegiatan Festival Anak Soleh yang insya Allah akan dilaksanakan pada akhir Juli 2011,” ujar Prof. Dr. H. Haryanto M.Pd, Ketua DPW LDII Sulsel.

Menurut Prof. Dr. Haryanto M.Pd, pertemuan ini atas inisiatif LDII untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana kegiatan DPW LDII Sulsel sebelum dan selama bulan Ramadhan tahun ini. Dalam pertemuan ini, MUI Sulsel diwakili Wakil Ketua Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. H.Abdul Rahim Yunus, MA, Ketua MUI Sulsel, Dr. H,M,Arfah Shiddiq,MA, Ketua MUI Sulsel, Dr. H.M. Ruslan MA, Sekretaris Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. H.M. Ghalib, MA.  Selain itu, hadir pula Bendahara Umum MUI Sulsel, Drs. H. Burhanuddin Yusuf, M.Ag., Sekretaris MUI Sulsel, Drs. H.M.Renreng, MA, Srekretaris MUI Sulsel, Drs. H.M. dahlan Yusuf, dan Ketua Komisi Ukhuwah MUI Sulsel, Dr. H.M. Natsir Siola MA.

Sementara LDII antara lain diwakili Prof. Dr. H. Haryanto M.Pd (Ketua DPW LDII Sulsel), Dr. H. Sukardi Weda S,S, M.Hum.,M.Pd.,M.Si. (Wakil Ketua DPW LDII Sulsel), M.Si. Dr. H. Sanusi (Wakil Ketua DPW LDII Sulsel), Ir. H. Abri (Wakil Ketua DPW LDII Sulsel), H. Ishak Balado S.E (Sekretaris DPW LDII Sulsel), dan Drs. H. Hidayat Nahwi Rasul (Ketua DPP LDII), Prof. Dr. H. Abdul Rahim Yunus M.A, mendukung rencana kegiatan pelatihan dai serta rencana kegiatan LDII lainnya.

“MUI meminta LDII agar lebih tampil ke permukaan dalam upaya pembinaan ummat. Mari kita sama-sama menjaga suasana yang kondusif di Sulsel ini. Ini merupakan tugas bersama bukan tugas MUI saja,” ujar Prof. Dr. Abdul Rahim Yunus M.A. (*http://makassar.tribunnews.com)

June 19, 2011 at 3:31 pm 1 comment

Pemerintah Diminta Lebih Perhatikan Nasib Dai dan Mubaligh

Majelis Ulama Indonesia dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para guru agama Islam non formal  seperti ustad dan mubalihg di seluruh Indonesia. Menurut Ketua MUI, KH Umar Shihab, pemberian insentif  yang layak kepada para guru tersebut guna merangsang mereka lebih mendedikasikan pengajarannya kepada masyarakat.

”Dengan adanya insentif yang diberikan kepada para dai dan mubaligh seperti apa yang dilakukan pemerintah propinsi Sulawesi Selatan ini membuat mereka akan lebih giat dan berkonsentrasi dalam mensiarkan segala ajaran yang terkandung di Alquran. Ini perlu dicontoh oleh daerah lain,” cetusnya seusai pertemuan dengan seluruh ormas islam dan pemerintah propinsi Sulsel di Makasar.

Pemahaman ajaran islam yang menyeluruh dan mendalam di masyarakat dapat meminimalisir dan menghilangkan praktek radikalisme yang sering terjadi saat ini. ”Pemahaman Agama Islam yang setengah-setengah menyebabkan timbulnya radikalime disebagian besar negara yang berpenduduk Muslim bahkan tidak terkecuali di Indonesia,” tegas Umar.

Lebih jauh Umar mengatakan, banyaknya praktek radikalisme di Indonesia ditengarai adanya beberapa faktor antara lain kurangnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap kelompok-kelompok yang merasa termajinalkan. Akibatnya, kelompok ini selalu menggunakan ajaran agama tertentu sebagai pembenaran. ”Ini jelas tidak bisa dibiarkan, MUI dan ormas Islam tidak bisa berkerja sendiri tanpa adanya dukungan dan perhatian pemerintah baik di pusat atau di daerah bahkan hingga ke pedesaan kalau perlu membantu mereka (ustad dan mubaligh),” lanjutnya. (more…)

October 26, 2010 at 1:50 pm Leave a comment

Radikalisme Karena Pemerintah Minim Perhatian

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta pemerintah lebih memperhatikan nasib para guru agama Islam non formal seperti ustad dan mubalig di seluruh Indonesia. Hal tersebut penting agar ustad dan mubalig bisa total menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat dan pada gilirannya meminimalisasi bahkan menghilangkan radikalisme.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Umar Shihab usai mengikuti Senam Barokah yang digelar LDII Sulsel, Minggu, 24 Oktober 2010. “Insentif kepada para guru agama Islam akan memotivasi mereka untuk lebih giat dan berkonsentrasi dalam menyampaikan syiar yang terkandung di Alquran,” kata KH Umar Sihab kepada wartawan di Makassar.

Sebab Umar Shihab menilai, banyaknya praktik radikalisme di Indonesia yang sering terjadi saat ini karena faktor minimnya perhatian dari pemerintah. “Pemahaman agama Islam yang setengah-setengah menyebabkan timbulnya radikalisme di sebagian besar negara yang berpenduduk muslim,” tegas Umar Sihab.

Ia menegaskan, MUI tidak akan membiarkan setiap ajaran yang mengarah pada radikalisme. Hal itu, kata Umar, muncul karena kurangnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap kelompok-kelompok yang merasa termarjinalkan, sehingga mereka selalu menggunakan ajaran agama tertentu sebagai pembenaran.

Di tempat yang sama Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam mengatakan, pembinaan terhadap para guru agama non formal ini tidak bisa dibebankan kepada MUI saja melainkan tanggung jawab seluruh Ormas Islam di Indonesia dan peran serta pemerintah. “Tugas MUI adalah menjaga Ukhuwah Islamiyah atau persatuan dan perdamaian umat di Indonesia. Nah tugas ormas Islam dan pemerintah baik pusat atau daerah adalah berusaha untuk memperhatikan nasib para dai di daerahnya masing-masing,” katanya. (more…)

October 26, 2010 at 1:44 pm Leave a comment


June 2019
M T W T F S S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 331,635 hits