Archive for March, 2012

Diskusi Kebangsaan: Pentingnya Pendidikan Akhlak di Negara Krisis Moral

Merebaknya perilaku menyimpang di kalangan remaja,pada khususnya di kondisi kekinian adalah  merupakan satu bukti kemerosotan akhlak masyarakat yang terus terkikis  Mereka sudah tidak lagi terikat dengan agamanya.. Demikian sambutan pembukaan  ketua  DPP LDII Sobar Wiganda mewakili Ketua Umum pada acara diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan pada hari ini (Rabu 21/3) di lt.3 Kantor DPP LDII Jl. Arteri Tentara Pelajar no.28  Senayan Jakarta Pusat.

Diskusi kebangsaan yang mengadirkan Tokoh Pendidikan  seperti Ki Supriyoko dari Taman Siswa Jogyakarta, KH. Mahrus Amin dari Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, hadir juga sebagai nara sumber ,Musliat Wakil Menteri dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI . Diskusi yang berthemakan Pentingnya Pendidikan Akhlak di negeri Krisi Moral ini dipandu oleh Moderator  Hidayat Nahwi rasul dari Pemimpin Redaksi Majalah Nuansa.

Banyaknya kemaksiatan seperti meluasnya penyalahgunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, durhaka kepada kedua orang tua, tawuran antar  pelajar, antar  kelompok adalah segelintir contoh dan bukti betapa generasi  bangsa semakin jauh dari sentuhan nilai-nilai Akhlakul Karimah dan  sudah hilangnya rasa malu. Sehingga dipertanyakan bagaimana system pendidikannya, karena perilaku menyimpang justru terjadi di lembaga pendidikan, ungkap Musliat,Wakil Menteri pendidikan dan kebudayaan mengawali diskusinya.

(more…)

Advertisements

March 21, 2012 at 9:23 pm Leave a comment

NU dan LDII Kerjasama Cegah Radikalisasi

JAKARTA (Pos Kota) – PBNU (Pengurus Besa Nahdlatul Ulama) dan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) akan menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) atau Kerjasama.  Salah satu kerjasamanya,  deradikalisasi (pencegahan radikalisasi) melalui dakwah yang lembut, sejuk seperti dicontohkan dakwah Nabi Muhammad Saw.

Itu disampaikan Ketua Umum  LDII Prof Dr KH Abdulah Sam saat bertemu dengan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj, di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis. Dalam pertemuan itu, hadir pengurus LDII di antaranya, Ir H Chriswanto Santoso, MSc. Chriswanto menambahkan ada lima kerjasama LDII dengan PBNU yakni, pertama, dakwah deradikalisasi, kita mengembangkan dakwah bersama-sama yang bersifat yang sejuk dan lembut untuk mencegah radikalisasi.

Kedua, kata dia, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. Ketiga, bidang pendidikan, keempat, bidang kedaulatan pangan dan kelima adalah tetap tegaknya NKRI (Negara Kesatuan RI). “Kerjasama ini akan ditandatangani pada rapat kerja nasional (rakernas) LDII di Bogor pada tanggal 11-12 April 2012,” kata Chriswanto.

Menyangkut deradikalisasi, konkretnya mulai pelatihan dakwah sampai dakwah bersama, termasuk pembinaan para da’i dan mubaligh antara NU dan LDII. “Karena kita tidak mungkin memerangi secara fisik dan yang bisa kita lakukan adalah memberikan penerangan kepada masyarakat agar tidak masuk dalam radikalisasi,” papar Chriswanto. (johara/dms) Teks Foto : Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (kiri), Ketua Umum LDII Abdulah Sam dan Chriswanto Susanto. (johara)

March 17, 2012 at 8:27 pm Leave a comment

Menag Terima Kunjungan LDII

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bertemu dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di Kementeri Agama, Jakarta, Jumat (9/3). Pertemuan tersebut membahas mengenai peran ulama dalam mengatasi kekerasan ygang terjadi saat ini. [http://foto.detik.com/]

March 11, 2012 at 7:02 pm Leave a comment

Menag Minta LDII Cetak Kader Profesional & Religius

Cara pandang umat Islam yang memisahkan profesionalisme dan religiusitas merupakan suatu kesalahan yang harus diperbaiki. Bila tidak hal tersebut akan membuat umat makin terpinggirkan dalam berbagai bidang.

Demikian dikatakan Menteri Agama Suryadharma Ali saat menerima pengurus DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Jumat (8/3/2012).

“Cara pandang yang memisahkan ilmu dan agama, profesionalisme dan religiusitas harus digerus. LDII sebagai Ormas harus ikut mencetak kader yang profesional religius agar umat Islam yang menjadi mainstream di bidang teknologi, ekonomi dan budaya,” ujar Suryadharma dalam keterangannya.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII KH Abdullah Syam menyatakan dalam kesempatan ini Menteri Agama Suryadharma Ali bersedia membuka Mukernas LDII di Bogor pada 11-12 April mendatang.  Abdullah mengatakan dalam Mukernas mendatang pihaknya akan merumuskan langkah-langkah untuk memperkuat peran sosial kemasyarakatan dan kebangsaan LDII.

“LDII tetap berfalsafah Pancasila, menghormati kemajemukan dan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah. Serta berupaya menyiapkan SDM yang mampu berhikmad di mainstream bangsa ini,” kata Abdullah. [http://news.okezone.com]

March 11, 2012 at 6:56 pm Leave a comment

Foto Diskusi Kebangsaan LDII

Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Abdullah Syam, Ketua DPP LDII, Hidayat Nahwi Rasul dan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana saat Diskusi Kebangsaan di Jakarta, Selasa (6/3). Diskusi tersebut mengambil tema ‘Menumbuhkan Kesadaran HAM dan Mewujudkan yang Berkeadilan.’ [inilah.com]

March 11, 2012 at 6:36 pm Leave a comment

Denny Indrayana: Indonesia Bukan Negara Gagal

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Menteri Hukum dan HAM Danny Indrayana membantah Indonesia akan menjadi negara gagal. Sebab banyak kemajuan yang telah dicapai tapi kurangnya pemberitaan tentang perbaikan yang telah dicapai pemerintah sehingga ada yang berpendapat Indonesia akan menjadi negara gagal.

Itu disampaikan Danny saat berbicara pada Diskusi Kebangsaan Menumbuhkan Kesadaran HAM dan Mewujudkan HAM yang Berkeadilan di kantor DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta, Selasa. Acara itu, dibuka Ketua Umum LDII Abdul Syam.

Danny mencontohkan tentang adanya penilaian, bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia jalan di tempat. “Itu tidak benar dan pendapat itu tidak adil karena di era pemerintahan sekarang mantan menteri dan kepala daerah yang ditahan,” papar dia.

Ia mengakui pendapat bahwa pemerintah gagal dalam memberantas korupsi tidak terlepas karena faktor pemberitaan media massa yang terus memberitakan masalah korupsi, sehingga ada kesan praktik korupsi semakin banyak.

“Padahal dulu korupsi juga banyak hanya tidak ada pemberitaan karena tidak adanya kebebasan pers, sehingga ada kesan bahwa praktik korupsinya pada era sebelumnya tidak ada. Saya mempunyai asumsi dulu korupsi lebih banyak tapi tidak terberitakan seperti sekarang.,” katanya. (more…)

March 11, 2012 at 6:12 pm Leave a comment

LDII: Pemerintah Harus Cetak Manusia Profesional

JAKARTA- Pemerintah harus mampu mencetak manusia Indonesia yang profesional dengan penguatan perilaku jujur dan amanah. Apalagi Indonesia akan memasuki era pasar bebas ASEAN pada 2015.

“Melalui Musyawarah Nasional (Munas) nya yang ke- VII, LDII mendorong terbentuknya Warga Negara Indonesia yang mampu berproses secara berkelanjutan sehingga mencapai kualifikasi profesional-religius dengan prinsip “belajar seumur hidup”,kata Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Prasetyo Sunaryo di Jakarta, Jumat (17/2).

Menurutnya ada 3(tiga) hal yang perlu mendapatkan perhatian dari semua elit bangsa: Pertama. Bahwa dengan era digital, maka dunia semakin masuk dalam era keterbukaan, yang menuntut perubahan dalam cara-cara menyikapi kehidupan. Kedua. Bahwa khusus untuk Indonesia, pada 2015 akan memasuki era pasar bebas ASEAN. Keempat. Ada kewajiban konstitusi bahwa bangsa Indonesia harus mampu melaksanakan amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025.

Untuk itu lanjut dia, perlu adanya penguatan di dalam masyarakat, yang di dalamnya ada sinergi, dan budaya gotong royong, misalnya dengan melalui ormas. “Kalau ada bencana alam misalnya, kita kan bisa mengumpulkan bantuan dengan cepat, apakah itu bantuan dana dan lain-lain,”imbuhnya.

Menurutnya, Ormas itu dibentuk atas dasar sukarela, maka seyogyanya pemimpin yang yang dipilih ormas itu bisa menjadi panutan. “Kan pimpinan ormas sifatnya sukarela, gak ada gaji. Oleh karena itu kita menugaskan agar warga LDII bisa menjadi panutan. Jadi kalau main sepak bola harus yang baik, jadi pegawai negeri harus yang baik,”ujar Prasetyo.

RUU Ormas kata dia harus diberi perlindungan hukum. Ormas menjalankan misi dan visi yang dibebankan oleh konstitusi. “Misalnya kalau ada bencana, ormas diberi hak untuk memberikan bantuan, atau diberi hak untuk mengatasai masalah-masalah ekonomi kerakyatan, masalah-masalah kemiskinan. Dengan demikian apa yang dilakukan ormas itu nanti mempunyai kemudahan,”papar Prasetyo.

“Jadi misalnya kalau ormas ingin mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), ya ini didorong. Dimudahkan jangan disamakan dengan prosedur-prosedur yang resmi. Atau ormas juga bisa membuat radio komunitas. Itu merupakan upaya dalam mencerdaskan,”pungkas dia. (rp) satunews.com

March 11, 2012 at 6:03 pm Leave a comment


March 2012
M T W T F S S
« Jan   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 332,162 hits