Menag Dorong Ponpes Ajarkan Ilmu Pengetahuan

January 1, 2012 at 9:38 am Leave a comment

Menteri Agama Suryadarma Ali mendorong pondok pesantren sebagai basis pendidikan agama juga harus mengajarkan ilmu pengetahuan termasuk dalam hal perdagangan. “Saya melihat di pondok ini (LDII) sudah diajarkan untuk mendiri seperti banyaknya santri yang berdagang di sepanjang jalan masuk pondok,” ungkapnya, di sela-sela kunjungan ke Ponpes LDII Burengan Kediri, Sabtu (3/12/2011) malam.

Hal ini terlontar karena pemerintah menilai masih enggannya umat Islam dalam mendalami ilmu pengetahuan, yang menyebabkan kecilnya kontribusi mereka dalam GDP dunia. “Umat Islam dunia jumlahnya 15% seperti kajian litbang LDII,namun kontribusinya ke GDP dunia hanya 4% ini sangat mengkawatirkan,” jelas Suryadarma Ali, seperti dikutip dari rilis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (4/12/2011).

Menurut Suryadarma Ali, Pemahaman agama yang sempit menyebabkan umat Islam hanya memandang ilmu pengetahuan bukan sebagai sebuah kebutuhan utama dibanding dengan ilmu agama. “Ketertinggalan ini adanya persepsi yang salah karena agama hanya dipandang berkaitan dengan Fiqih Tarekhat saja. Padahal dalam Al Quran dan Hadist menjelaskan pentingnya akan belajar mengenai ilmu pengetahuan guna meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan,” katanya

Suryadarma Ali mengatakan diperlukan adanya persamaan persepsi dan menghilangkan dikotomi mengenai pentingnya pemaham ilmu pengetahuan dalam ajaran Islam. “Saya sering mencontohkan orang Madura sebagai gambarannya. Mereka ini kan maaf sebagian besar sebagai pengepul barang bekas di daerah perantauan, namun mereka sukses bahkan bisa berhaji. Ini kenapa? Karena mereka memahami ilmu pengetahuan jual beli barang bekas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan, minimnya kontribusi dunia Islam terhadap PDG dunia dikarenakan masih belum adanya persatuan dan kebulatan tekad diantara mereka. “Potensial Ekonomi dunia Islam sangat membanggakan jika dikelola dengan serius dan ini akan bisa menyaingi ekonomi pasar yang dikembangkan dunia barat. Tentunya langkah pertama negara-negara islam jarus bersatu dahulu,” jelas Prasetyo Sunaryo.

LDII, menurutnya, sudah memberikan berbagai keterampilan ilmu pengetahuan kepada setiap santri agar bisa mandiri jika diterjunkan ke masyarakat dalam tugas Amal Makhruf Nahi Mungkar. “Setiap lulusan pondok LDII selalu dibekali keterampilan yang berguna untuk mereka mencari maisyah yang halal dan bisa berkontribusi kepada masyarakat disekitar tempat mereka berdomisili,” kata Prasetyo. [http://id.berita.yahoo.com]

Entry filed under: Berita. Tags: , , , .

MUI Blitar Membuka Asrama Hadist Bukhori LDII: Pemerintah Harus Cetak Manusia Profesional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


January 2012
M T W T F S S
« Jul   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 299,083 hits

%d bloggers like this: