Agus Sukisno Nahkoda Baru LDII Kabupaten Kediri

January 29, 2010 at 12:08 am Leave a comment

DPD LDII Kabupaten Kediri dipimpin nakhoda baru. Agus Sukisno menggantikan Moch. Bayu Afiudin setelah terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah (musda) yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) LDII Nurul Hakim, Ngino, Plemahan, Sabtu (16/1).

Dalam musda yang dimulai sekitar pukul 09.00 itu, ada tiga kandidat yang mencalonkan diri. Yaitu Agus Sukisno, Anang Yusuf, dan Moch. Bayu Afiudin (ketua lama). Namun, saat tahap pencalonan, sekitar pukul 14.00, tiba-tiba Anang dan Bayu mengundurkan diri. Karena itu, Agus langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Menurut humas LDII Kaderi, sesuai mekanisme, pemilihan ketua dilakukan secara voting. Total ada 150 suara yang diperebutkan. Yaitu 124 suara pengurus anak cabang (PAC) di tingkat desa, 24 suara pengurus cabang (PC) di tingkat kecamatan, satu suara dari DPD tingkat II, dan satu suara dari DPD tingkat I. “Karena hanya ada satu calon, otomatis semua mendukung Agus Sukisno,” ujarnya kepada Radar Kediri.

Terpisah, Agus Sukisno yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan akan segera melakukan konsolidasi internal. Setelah itu baru membangun komunikasi eksternal. Termasuk audiensi dengan bupati dan instansi terkait. “Kami ingin mengenalkan LDII lebih dalam lagi ke masyarakat,” katanya.

Dalam kepemimpinannya lima tahun ke depan, Agus terobsesi untuk menyejajarkan LDII dengan ormas keagamaan lain. Ini diakuinya tak mudah. Sebab, latar belakang sejarah LDII memang sedikit berbeda. “Kami juga ingin berperan aktif dalam membangun masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui, musda juga dihadiri Ketua DPD LDII Jatim Kriswanto Santoso serta Bupati Sutrisno dan istrinya, Hariyanti. Tentang hal ini, Agus mengatakan bahwa kapasitas kehadiran Hariyanti bukan sebagai calon bupati (cabup). Melainkan ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri.

Soal dukungan dalam pilbup nanti, Agus menegaskan bahwa LDII secara organisatoris netral. Mereka tidak akan memberikan dukungan pada salah satu calon. Namun, membebaskan kadernya untuk memilih sesuai aspirasi masing-masing.

Sebab, belajar pada periode sebelumnya, pengarahan dukungan pada salah satu calon justru tidak menguntungkan organisasi. Mereka menjadi terombang-ambing. “Anggota juga jadi terkotak-kotak. Makanya, kami bebaskan agar mereka memilih sendiri,” terang Agus. [http://jawapos.com/radar]

Entry filed under: Organisasi. Tags: , , .

LDII Bali Gelar Seminar Pendidikan Anak DPD LDII Medan Adakan Donor Darah Massal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 299,054 hits

%d bloggers like this: