Gerakan Anti Udara Kotor (GAUK) 2009

June 7, 2009 at 12:29 am Leave a comment

gauk2009Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada setiap 5 Juni dan dalam rangkaian upaya menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan, lebih dari 3.000 warga di Jakarta serempak turun ke jalan berkampanye anti-udara kotor, Sabtu (6/6).  Kegiatan massal ini mulai berlangsung sejak Sabtu pagi sekitar pukul 07.30. Massa dari berbagai macam organisasi pencinta lingkungan berkumpul di taman Monumen Nasional (Monas). Mereka mengawali aksi dengan berjalan kaki bersama-sama menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kemudian berbalik lagi menuju ke Monas.

Hingga pukul 11.00, praktis ruas Jalan MH Thamrin tertutup lautan manusia yang rata-rata berkaus putih. Sebuah replika bola dunia berwarna biru dan hijau digiring menyusuri jalan, melambangkan bumi yang butuh diselamatkan demi kepentingan semua pihak. Mereka juga membawa spanduk dan poster bertuliskan ”Hijauan Bumi Kita” dan ”Stop Udara Kotor”. Beberapa kelompok masyarakat membawa ransel dari tempat sampah plastik bertalikan rafia.

”Biar sadar saja untuk membuang sampah di tempat sampah. Makanya, ini kami tunjukkan tempatnya. Silakan melihat dan kalau menemukannya di rumah, kantor, atau jalanan, buanglah sampah di wadah-wadah serupa ini. Jangan buang sembarangan lagi,” kata Ashar, salah seorang peserta kampanye sambil tersenyum, Sabtu.

Anggota panitia kegiatan, Fajar Suryanto dari Sekretaris Sentral Komunikasi Mitra Polri, mengatakan, kegiatan serupa juga dilakukan di Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Denpasar. Aksi ini dinyatakan baru pertama kali dilakukan di Asia. “Kota-kota yang turut berkegiatan merupakan kota besar penyumbang polusi udara tertinggi di Indonesia,” kata Fajar.

Dengan ikut serta berkampanye anti-udara kotor, menurut Fajar, bertujuan menyosialisasikan bahwa polusi udara akibat gas buang kendaraan bermotor menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Untuk itu, ia berpesan dan memulai dari diri sendiri mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Aksi ini juga sekaligus mendesak pemerintah, baik pusat dan daerah, agar segera menyediakan angkutan publik yang nyaman dan ramah lingkungan. Berdasarkan data dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, kadar timbal pada sel darah, infeksi saluran pernapasan, dan turunnya daya tahan tubuh manusia membuat biaya pemeliharaan kesehatan sangat mahal.

Agar pesan yang disampaikan cepat tersebar, kegiatan ini menggandeng banyak organisasi, seperti Yayasan Cinta Alam Indonesia (CAI), Forum Komunikasi Mahasiswa, Pelajar, Pramuka, dan banyak lagi. Dampak dari adanya aksi ini, arus lalu lintas di beberapa ruas jalan, seperti di sekitar Patung Tani, perempatan Kebun Sirih, Sarinah, dan Jalan MH Thamrin, harus diatur dengan sistem buka tutup.

Fajar menambahkan, aksi ini sengaja digelar pada akhir pekan agar tidak mengganggu lalu lintas. Ia juga menegaskan, kampanye gerakan anti-udara kotor (GAUK) di tujuh kota besar di Indonesia akan dijadikan agenda tahunan. (NEL) (sumber: http://cetak.kompas.com)

Entry filed under: Kegiatan. Tags: , , , , , , .

Menkes Resmikan 9 Poskestren LDII Rapimnas LDII 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 299,294 hits

%d bloggers like this: