Dan Rasulullah pun Menangis

September 25, 2008 at 6:39 am 7 comments

Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.

Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak sebagaimana biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.

Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.

“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.

Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perempuan yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perempuan yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat perempuan-perempuan berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat perempuan-perempuan yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu malaikat memukul mereka  dengan palu-palu dari api”.

Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perempuan itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”

Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya itu adalah perempuan yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang terpesona dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau jilbab.  
“Sedangkan perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.

“Lalu perempuan-perempuan yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah perempuan yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami di tempat tidur dengan tanpa alasan yang jelas.

“Lalu kenapa dengan perempuan-perempuan yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah

“Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan  yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kenikmatan yang orang lain” jelas Rasulullah.

Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.

Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya” Hadits Riwayat Az Zawajir (Oleh:Dave Ariant Yusuf Wicaksono )

Entry filed under: Nasihat. Tags: , , , , , .

Puasa Mempertebal Modal Sosial Apakah Lailatul Qodar itu?

7 Comments Add your own

  • 1. achmadahkam  |  November 7, 2008 at 3:02 am

    saya senang dengan adanya sejarah yang di muat di blog ldii bisa mengenang kejadian masa lalu apalagi yang mengisi pak kasmudi jadi ada dalil2nya yang bisa membuat keimanan kita tambah. Dan bagaimana caranya kalau kita mau mengambil cerita yang ada di nuansa, seperti cerita ka’bah saya kesulitan padahal sudah buka webnya amsol dong ajari gimana caranya ngambil ceritanya. alhamdulillah jazakumullohu khoiroo

    Reply
  • 2. achmadahkam  |  November 7, 2008 at 3:02 am

    saya senang dengan adanya sejarah yang di muat di blog ldii bisa mengenang kejadian masa lalu apalagi yang mengisi pak kasmudi jadi ada dalil2nya yang bisa membuat keimanan kita tambah. Dan bagaimana caranya kalau kita mau mengambil cerita yang ada di nuansa, seperti cerita ka’bah saya kesulitan padahal sudah buka webnya amsol dong ajari gimana caranya ngambil ceritanya. alhamdulillah jazakumullohu khoiroo

    Reply
  • 3. budi  |  December 12, 2008 at 1:48 am

    saya sangat bersyukur ,kelebihan syukur pada Alloh, dengan adanya nasehat seperti ini akan meanbah keyakinan pada kita sebagai orang iman tambah yakin tambah mantap. semoga dengan banyak mendapat nasehat ilmu kita jadi tambah yang pada akhirnya akan menambah keimanan. mari berlomba-lomba beribadah kepada alloh sebagai memenuhi kewajiban kita sebagai makhluk Alloh. ajkk

    Reply
  • 4. lindapalas  |  March 6, 2011 at 3:45 am

    Saia jdi mrinding!
    N jdi slalu ingin dkat dgn Allah,

    Reply
  • 5. irmansyahmohon dimuat cerita2 lain perjalanan nabi  |  April 19, 2011 at 5:37 pm

    allahu akbar… segala puji bagi allah tuhan semesta alam….

    Reply
  • 6. zepi granid  |  April 19, 2012 at 2:29 pm

    ya allah.. aku telah lalai maafkan hamba mu ini . hamba telah lupa akan nikmat dan karuniamu . semoga engkau beri ke ikhlas an dalam setiap ibadah yang akan kujalani. ya allah ampun kanlah dosa2 kami para pengikut rasul mu (muahammad saw).amiin

    Reply
  • 7. Nazira  |  November 17, 2012 at 1:17 am

    SubhanaALLAH.smga bisa menjdi pelajaran bg kta.amin.alhamdjzkmlhukhoiro

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 299,280 hits

%d bloggers like this: