Memaksimalkan Ibadah Selama Ramadan

September 11, 2008 at 5:27 am 1 comment

Ramadan adalah syahru tarbiyah atau bulan pembinaan. Bulan khusus untuk menempa pribadi-pribadi muslim agar menjadi insan yang selalu merindukan pertemuan dengan-Nya. Tak pelak, berbagai persiapan pun dilakukan menyambut kedatangan Ramadan yang tinggal menghitung hari.

Hal ini seperti dilakukan seorang ibu rumah tangga asal Jebres, Solo, Tari 42. Perempuan berjilbab yang setiap hari bekerja sebagai penjual makanan ini mengungkapkan seperti Ramadan-Ramadan sebelumnya ia telah bertekad memaksimalkan ibadah selama Ramadan nanti.

”Seperti Ramadan tahun sebelumnya, selain puasa dan Salat Tarawih, saya juga punya target khusus terkait pelaksanaan ibadah lainnya. Misalnya tilawah Alquran. Selama sebulan saya menargetkan diri saya minimal bisa khatam satu kali,” jelasnya saat ditemui Espos di kediamannya belum lama ini. Guna menyiasati waktu membaca Alquran yang berkurang ketika dirinya sedang haid, Tari mengatakan, ketika sedang haid ia hanya ikut mendengarkan orang lain membaca Alquran di mesjid. ”Jadi ketika haid, bukan berarti aktivitas ibadah terhenti. Tapi saya usahakan terganti dengan aktivitas lainnya. Selain mendengarkan orang lain membaca Alquran, saya juga ikut menjaga dan membimbing anak-anak yang ada di mesjid selama pelaksanaan Salat Tarawih. Dengan niatan ibadah saya berharap hal itu akan menambah amalan saya selama Ramadan,” ujarnya.

Kegiatan-kegiatan lain di bulan Ramadan, diakui Tari, juga diperkirakan akan mewarnai hari-harinya selama Ramadan. ”Kebetulan saya anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Selama Ramadan nanti, pasti banyak kegiatan yang saya ikuti,” ujarnya.

Karena selama Ramadan ia juga mencoba menjemput rezeki yang dijatahkan Allah SWT kepada keluarganya, Tari mengaku, waktu istirahatnya di malam hari berkurang drastis. ”Tapi alhamdulillah pada Ramadan sebelumnya, badan tetap sehat. Tapi biasanya kondisi badan drop setelah Lebaran. Jadi saya tetap bersyukur,” katanya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Solo Peduli (YSP), Supomo mengatakan, seharusnya seorang muslim termotivasi untuk banyak beramal karena Allah SWT menjanjikan banyaknya pahala. ”Dalam sebuah hadis disebutkan, pahala amalan sunah akan dihargai sebagaimana pahala amalan wajib dan pahala amalan wajib akan dihargai berlipat ganda,” jelasnya.

Para sahabat berlomba

Pada masa dahulu, terangnya, para sahabat, tabiin serta ulama salaf berlomba-lomba memperbanyak tilawah, hafalan Alquran dan mentadaburi Alquran. Diriwayatkan dari Hasan Al Basri bahwa ia melewati suatu kaum yang tengah tertawa, lalu ia berkata, ”Sesungguhnya Allah menjadikan bulan Ramadan sebagai arena perlombaan melakukan ketaatan bagi makhluk-Nya, kemudian ada orang-orang yang berlomba hingga menang dan ada pula orang-orang yang kalah lalu kecewa. Tetapi yang sangat mengherankan ialah pemain yang tertawa-tawa di saat orang-orang berpacu meraih kemenangan,” (Al Hadis).

Ramadan, katanya, merupakan saat yang tepat untuk melakukan perbaikan diri agar selalu dalam kebaikan. Jika selama 11 bulan seorang muslim sudah melakukan banyak hal, waktu satu bulan Ramadan ibarat saat untuk men-service diri. Terutama dari sisi rukhiyah, jiwa dan hati. ”Motor saja kalau tidak pernah di–service, tidak nyaman dikendarai. Demikian halnya manusia, jika selama satu tahun penuh tak ada upaya untuk men–service diri, juga bisa mengakibatkan kerusakan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Supomo juga mengingatkan perihal zakat mal yang selama ini sering dilupakan banyak orang. Sebagian muslim menyangka, zakat yang wajib ditunaikan hanyalah zakat fitrah. Padahal seorang muslim juga wajib membayar zakat mal/zakat profesi. Jika zakat mal tidak dibayarkan, berarti ada hak orang miskin yang belum diberikan. ”Penyaluran zakat itu sendiri, bisa melalui lembaga amil zakat atau disalurkan langsung kepada orang yang berhak menerima. Yakni mereka yang tidak menjadi tanggungan seperti anak, isteri dan orangtua,” urainya. – Eni Widiastuti (http://www.solopos.net)

Entry filed under: Berita. Tags: , .

Begadang di Masjid Nabawi LDII Rancasari Sudah Menganut Paradigma Baru

1 Comment Add your own

  • 1. LDII  |  September 17, 2008 at 7:24 am

    Betul, jangan sampai Zakatnya lupa atau terlambat di serahkan ke Amilnya, bisa-bisa ibadah kita selama ramadhan dengan kefadholan yang berlipat lipat itu tidak sampai kepada Alloh.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Nuansa Online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 299,095 hits

%d bloggers like this: