Kisah Kedurhakaan Tsa’labah

August 23, 2009 at 2:11 am 13 comments

Sheep cartoon sideSiang itu Rasululloh sedang sholat berjamaah bersama para sahabat beliau, Diantara sederetan sahabat yang makmum di belakang Rasululloh, nampak seorang tengah baya yang kusut rambutnya dengan berpakaian lusuh, Ia dikenal sebagai seorang sahabat Rasululloh yang tekun beribadah. Setelah Rosululloh menyelesaikan sholat, sahabat berpakian lusuh itu segera beranjak pulang tanpa membaca wirid dan berdoa terlebih dahulu, Rasululloh menegurnya, “ Tsa’labah!,mengapa engkau tergesa-gesa pulang. Tidakkah engakau berdoa terlebih dahulu. Bukanlah tergesa-gesa keluar dari mesdjid adalah kebiasaan orang-orang munafik..”

Tsa”labah. Menghentikan langkahnya, ia sangat malu ditegur oleh Rosululloh, tetapi apa mau dikata, terpaksa ia berterus terang kepada Rosululloh. “ Wahai Rosullloh, kami hanya memiliki sepasang pakaian untuk sholat dan saat ini istriku di rumah belum melaksanakannya sholat karena menunggu pakaian yang aku kenakan ini, Pakaian yang hanya sepasang ini kami pergunakan sholat secara bergantian. Kami sangat miskin, untuk itu, Wahai Rosululloh. Jika engkau berkenan, doakanlah kami agar Alloh menghilangkan semua kemiskinan kami ini dan memberi rezeki yang banyak.

Rosululloh tersenyum mendengar penuturan Tsa”labah, lalu beliau berkata,” Tsa”labah sahabatku, engkau dapat mensyukuri hartamu yang sedikit itu lebih baik dari pada engkau bergelimangkan harta tetapi engkau menjadi manusia yang kufur. Nasehat Rasululloh sedikit menghibur hati Tsa”labah, karena sesungguhnya yang ada dalam benaknya adalah dia sudah bosan menjalani hidup yang serba kekurangan, Satu-satunya cara agar cepat menjadi kaya adalah memohon doa kepada Rosululloh, karena Doa seorang utusan Alloh pasti didengar Alloh, itulah yang selalu menjadi angan-angan Tsa’labah, hingga keesokan harinya ia kembali menemui Rosulullloh, dan memohon agar beliau mau mendoakannya agar menjadi orang kaya. Rosululloh kembali menasehati, “ Wahai Tsa’Labah. Demi Dzat diriku diriku berada ditanganNya, seandainya aku memohon kepada Alloh agar Gunung Uhud menjadi emas, Alloh pasti mengabulkannya, tetapi apa yang terjadi jika gunung uhud benar-benar menjadi emas, masdjid-masdjid akan sepi!. Semua orang akan sibuk memupuk kekayaan dari gunung itu, aku khawatir jika engkau menjadi orang kaya engkau akan lupa beribadah kepada Alloh.

Tsa”labah terdiam mendengar nasehat Rosululloh namun dalam hatinya berkecamuk. “Aku mengerti Rosulullloh tidak mau mendo’akan karena beliau sayang kepadaku, beliau khawatir jika aku menjadi orang kaya aku akan menjadi golongan orang-orang yang khufur, tetapi aku tidak seburuk itu, justru dengan kekayaan yang aku miliki aku akan membela agama ini dengan hartaku. Akhirnya Tsa’labah pulang, ia merasa malu apabila terus memaksa Rosululloh agar mau mendo’akannya, namun keesokan harinya ia tidak kuasa menahan dorongan hatinya untuk segera terbebas dari belenggu kemiskinan yang kian menghimpitnya, Ditemuinya Rosulullloh, ya memohon untuk yang ketiga kalinya aga Rosulullloh mau mendo’akan. Kali ini Rosululloh tidak bisa menolak keinginan Tsa’Labah, beliau menengadahkan tangan kelangit. Ya…ALLAH…limpahkanlah rejekiMU kepada Tsa’Labah”. Kemudian Rosululloh memberikan kambing betina yang sedang bunting kepada Tsa’Labah, ”Peliharalah kambing ini baik-baik….pesan Rasulullloh. Tsa’Labah pulang membawa kambing pemberian Rasulullloh dengan hati yang berbunga-bunga” Dengan modal kambing serta Do’a Rasululloh aku yakin aku akan menjadi orang yang kaya raya.

Hari-berganti hari, bulan berganti bulan Tsa’Labah yang dulu miskin dan lusuh telah berubah menjadi orang yang kaya yang terpandang, Kambingnya berjumlah ribuan, disetiap lembah dan bukit terdapat kambingnya Tsa’Labah. Pagi itu Tsa’Labah berjalan-jalan meninjau kandang-kandang kambing yang sudah tidak sesuai dengan jumlah kambing yang terus berkembang biak. “Hmmm. Aku harus pindah dari sini mencari lahan yang lebih luas untuk menampung kambing-kambingku. Akhirnya Tsa’Labah menemui lahan yang luas dipiggir Madinah. Disana ia membangun kandang-kandang baru yang lebih besar, Namun demikian perkembangan kambing-kambing Tsa’Labah bagaikan air bah yang sulit di bendung, kadang-kadang yang baru dibangun itu sudah penuh sesak oleh ribuan kambing, Dengan demikian Tsa’Labah setiap hari disibukkan terus dengn harta kekayaannnya, Ia yang dulu setiap Sholat lima waktu selalu berjamaah di masdjid sekarang datang kemasdjid hanya pada waktu sholat dhuhur dan ashar saja.

Kini kandang kambing yang baru dibangun Tsa’Labah di pinggin Madinah sudah tidak lagi memenuhi syarat, maka ia memutuskan untuk mencari area yang lebih luas lagi, tsa’Labah sudah tidak memikirkan lagi bagai mana ibadahnya bila jauh dari Madinah. Kepalanya sudah dipenuhi dengan hubbudhunya, sehingga ia datang kemasdjid hanya satu kali dalam satu minggu pada sholat Jum’at. Dengan demikian derasnya harta yang mengalir dirumah tsa’labah kini ia lebih senang tinggal dirumah dari pada jauh-jauh datang kemesdjid, bahkan sholat jum’at pun ia sudah takdatang lagi ke masdjid. Sampai Rosulullloh bertanya” Wahai sahabatku. sudah sekian lama Tsa’Labah tidak keliahatan di masdjid…taukan kalian kemana dan bagaimana keadaannya sekarang. “Wahai Rosulullloh. Tsa’ Labah sudah menjadi orang kaya. Lembah-lembah di Madinah maupun di luar Madinah telah penuh sesak dengan kambing-kambingnya Tsa’Labah.” “ Benarkah.. mengapa ia tidak pernah menyerahkan Shodakahnya sedikitpun?”.

Setelah Alloh menurunkan ayat tentang kewajipan Zakat. Rosulullloh mengutus dua orang sahabat untuk menjadi amil zakat, seluruh umat islam di Madinah yang hartanya dipandang sudah Nisob zakat didatangi, tak terkecuali Ts’Labah pun menjadi giliran. Kedua utusan Rosulullloh membacakan ayat zakat dihadapat Tsa’Labah. Kemudian setelah dihitung dari seluruh harta kekayaannya ternyata memang banyak harta Tsa’Labah yang harus diserahkan sebagai zakat. Tak disangka Tsa’Labah mukanya berubah merah, ia berang. “Apa-apaan ini. Kalian mengatakan ini zakat tetapi menurutku ini lebih tepat disebut upeti!. Pajak!. Sejak kapan Rosulullloh menarik upeti Hah.!? Aku bisa rugi” ucap Tsa’Labah. “Kalian pulang saja aku tidak mau menyerahkan hartaku ..!”

Kedua utusan Rosulullloh kembali menghadap Rosulullloh dan menceritakan semua perbuatan Tsa’Labah, beliau bersedih telah kehilangan seorang sahabat yang dulu tekun beribadah ketika miskin namun setelah kaya ia telah terpengaruh dengan harta kekayaannya. “Sunggu celaka Tsa’Labah.. Celakalah ia..” Kemudian Allah menurunkan ayat 75 dalam surat At-Taubah tantang ciri-ciri orang MUNAFIK. Ayat ini segera menyebar keseluruh muslimin di Madinah sehingga ada salah seorang sahabat Tsa’Labah yang datang memberi tahunya. Celakalah engkau Tsa’Labah, Allah telah menurunkan ayat karena tingkah perbuatanmu. Tsa’labah tertegun, ia baru sadar bahwa nafsu angkara murka telah lama memperbudaknya. Kini ia bergegas menghadap Rosulullloh dengan membawa zakat dari seluruh hartanya, Namun Rosulullloh tidak berkata apa-apa kecuali hanya sepatah kata, Sebab kedurhakaanmu Allloh melarangku untuk menerima zakatmu.

Rosulullloh mengambil segenggam tanah lalu dutaburkan ditas kepala Tsa’Labah, “inilah perumpamaan amalanmu selama ini. sia- sia belaka. Aku telah perintahkan agar engkau menyerahkan zakat tetapi engkau menolak, celakalah engkau Tsa’ Labah”. Tsa’Labah kembali kerumahnya, dengan penyesalan yang tanpa batas dan tiada arti. Sampai suatu hari terdengar kabar Rosulullloh telah wafat, ia semkin bersedih karena taubatnya tidak diterima oleh Rosulullloh hingga beliau wafat. Tsa’Labah mencoba mendatangi Khalifah Abu Bakar sebagai pengganti Rosulullloh, ia datang membawa zakat. Abu Bakar hanya berkata “Rasulollloh saja tidak mau menerima zakatmu, bagaimana mungkin aku dapat menerima zakatmu.!”

Demikian pula dizaman kekholifahaan umar bin Khatab, Tsa’labah mencoba menyerahkan zakat, umarpun tidak mau menerima sebagai mana Rosulullloh dan Abu bakar tidak mau menerima zakatnya, Bahkan sampai kholifah usman bin Affan juga tidak mau menerima zakat Tsa’labah karena Rosulullloh, Abu Bakar dan Umar tidak mau menerima zakatnya.

Demikianlah kehidupan yang “hina” dan penuh dengan kemurkaan ALLOH telah menimpa seorang sahabat Rosulullloh yang telah tenggelam di dalam gelimang harta hingga menyeretnya ke lembah kemunafikan, Ia telah melalaikan kewajibannya. Ia telah mengingkari janji-janjinya, Ia telah melecehkan kemuliaan ALLOH dan Rosulnya sehingga membuahkan penderitaan yang kekal abadi didalam neraka. Nauszubillahi min dzalik..

About these ads

Entry filed under: Artikel, Nasihat. Tags: , , , , .

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1430 H Dokumentasi Pembukaan Workshop Gerakan Internet Sehat LDII-Depkominfo

13 Comments Add your own

  • 1. kuspratiknyo  |  August 24, 2009 at 3:07 am

    Nauszubilahi min dzalik. Alhamdulillahi Jazza Kallahu Khairo. Mudah-mdahan kita tidak seperti sa’labah. mudah-mudahan kita bisa mati khusnul khotimah.

    Reply
  • 2. Supriadi S.Pd.I  |  November 13, 2009 at 1:13 am

    kisah-kisah shahabat nabi harus selengkap mungkin dari sejak awal sampai akhirnya / wafatnya

    Reply
  • 3. iin fatimah  |  January 23, 2010 at 4:15 am

    q seneng bgt,,,,denger n baca ceritanya…..ini bisa nambah pengetahuan q….n q bisa berbagi dgn yg lainnya.terima kasih

    Reply
  • 4. Jagoan Neon  |  August 6, 2010 at 9:24 am

    Keterangan tambahan dari kisah ini biar nggak pada bingung:

    1. Status Tsa’labah sebagai salah satu ahlu perang badar memang suatu keutamaan/kemulyaan. Tetapi yg perlu diingat, suatu keutamaan itu nggak ada arti-nya apa2 jikalau ia akhirnya menentang Nabi. dimana menentang Nabi adalah sama dengan menentang Alloh:

    … wa man ashoniy fa qod asho-lloh.

    Dan nyatanya sudah menjadi dalil bhw amal ibadah yg Alloh terima itu adalah amal ketika ssorang mati:

    “innamal a’malu bi khowatimihaa” (Bukhori)

    Bagaimana shifatuts-Tsa’labah ketika ia mati? ternyata Nabi dan para sahabat pun enggan menerima zakat-nya. Kasihan, mudah2an kita nggak seperti beliau nasibnya.

    2. Status sebagai ahlu badar tidak akan mungkin menyamai diri Rosululloh yg ma’shum (terbebas dari dosa). Semua manusia itu sama dihadapan Alloh. Dalam al Quran disebutkan:

    “inna akromakum ‘indallohi at qookum”.
    “man ‘amila sholihan fa li nafsihi wa man asa-a fa ‘alayha”

    3. Meski para ahlu badar bakal diganjar dengan surga, namun AFAIK tidak ada satupun hadits shohih yg menerangkan bhw ahlu perang badar itu LANGSUNG masuk surga ketika mereka mati, kecuali 10 sahabat Nabi yg memang sudah dijamin LANGSUNG masuk ke surga karena Alloh dan RosulNya ridho kepada mereka.

    Artinya meski para ahlu badar ini mendapat kemulyaan dari Nabiyulloh, namun jika melakukan salah ya tetap wajib tobat kepada Alloh. Mereka bukanlah orang2 yg bergelar ma’shum. Hanya Nabiyulloh saja yg ma’shum. Ingat ini!

    4. Kisah ini jangan dianggap mencela sahabat Rosul, sebab Alloh dan Rosul sendiri ternyata tidak ridho dengan kelakuan Tsa’labah ini. Ini sebagai uswah, bahwa Alloh dan Rosul harus lebih kita cintai daripada seseorang yg “hanya” bergelar ahlu perang badar sekalipun!

    Reply
  • 5. van's  |  August 13, 2010 at 6:42 pm

    minta izin copy !!! ^.^ trimakasih sebelum n sesudahnya.

    Reply
  • 6. Mbah Kuncen  |  May 24, 2011 at 12:56 am

    Sungguh pelajaran Berharga yg patut direnungi agar qta tdk tersesat jalan seperti Tsalabah… Thx atas infonya…

    Reply
  • 7. Deewd Maxiirodriguezz  |  June 19, 2011 at 9:45 am

    si miskin soleh yg brubah menjadi kufur karna kekayaan nya,,,,

    Reply
  • 8. Rudi Hermawan  |  January 7, 2012 at 2:39 am

    subhanallaoh.. :)
    salam kenal ya..
    Rudi

    Reply
  • 9. DAHSYATNYA SAKARATUL MAUT « rudihermawanoke  |  January 7, 2012 at 2:44 am

    [...] (kisah Tsa Labah bisa dibaca disini: http://blogldii.wordpress.com/2009/08/23/kisah-kedurhakaan-tsalabah/#comment-2842) [...]

    Reply
  • 10. Karunia Alhafiz Apis  |  March 21, 2012 at 8:20 am

    Tsalabah sama seperti Qarun dua-duanya sama-sama manusia tamak

    Reply
  • 11. Rohmat Syahrin  |  February 28, 2013 at 8:50 am

    mz izin ngopiiiiiiiiii…………. jzkal

    Reply
  • 12. adoel  |  March 4, 2013 at 3:06 pm

    Izin Copy gan…

    Reply
  • 13. Waluyo Pribadi  |  July 4, 2013 at 3:39 am

    Saya sangat senang membaca atou mendengar kisah tentang tsa’labah, dimana kita semua dpt mengambil i’tibar dr kisah tersebut tetapi yg membuat saya bingung atau krn sempitnya wawasan dan ilmu saya, mengapa di akhir kisah tsb Alloh tdk mau menerima taubatnya Tsa’labah, apa dosanya melebih syirik, kpd semua pembaca saya mohon penjelasannya, sebelumnya saya haturkan trima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


August 2009
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 257,642 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers

%d bloggers like this: