Archive for June 12th, 2009

Unsur Babi pada Vaksin Meningitis Telah Dihilangkan

depkesDepartemen Kesehatan (Depkes) memastikan unsur babi dalam vaksin meningitis telah dihilangkan. Karena itu vaksin tersebut halal.

“Memang ada keterlibatan unsur babi, tapi tidak mengandung unsur babi, jadi tidak haram,” kata Kepala Pusat Promosi Kesehatan Depkes Dr Abidinsyah Siregar usai Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/6/2009).

Menurut Abidin, di dalam vaksin meningitis tersebut terdapat tripsin yang merupakan media untuk membiakkan virus. Setelah tumbuh banyak, virus yang dibiakkan itu lantas digunakan, diekstraksi, dan dihilangkan sel-selnya yang membahayakan atau menimbulkan penyakit untuk kemudian dilemahkan. “Ketika sudah jadi vaksin, unsur-unsur babinya lepas,” terang Abidin.

Dia menjelaskan, selama ini hanya ada 1 produsen vaksin meningitis di seluruh dunia. Dan vaksin itu digunakan oleh orang di seluruh dunia. “Sejauh ini kita bekerja sama dengan Bio Farma mencari atau merekayasa media yang identik tapi tidak mengandung babi,” kata Abidin. [http://www.detiknews.com]

Add comment June 12, 2009

Menkes: Flu Babi Masuk Level Pandemi, Depkes Siaga I

WHO akan menaikkan wabah flu babi (H1N1) ke level 6 alias pandemi. Masyarakat diminta tidak khawatir dan tetap waspada.

“Kita dengar hari ini kami mendapat e-mail rencananya hari ini akan dinaikkan ke level 6. Meskipun angka kematiannya masih setengah persen, dan yang terkena hanya negara-negara maju,” kata Menkes Siti Fadilah Supari.

Hal ini disampaikan dia sebelum acara Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2009). Dikatakan dia, Depkes sudah siap dan siaga I. Masyarakat tidak perlu panik tetapi tetap waspada.

“Rumah sakit-rumah sakit kita persiapkan dan hari ini kita berikan surat edaran, meminta mereka untuk siap-siap,” ujarnya. [http://www.detiknews.com]

Add comment June 12, 2009

Indonesia Butuh Pemimpin Kuat dan tidak Otoriter

jusufkallaWakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia butuh pemimpin yang kuat namun tidak otoriter agar bisa merdeka secara ekonomi. Wapres menilai Indonesia saat ini sudah tertinggal dari sejumlah negara di kawasan Asia.

“Karena itu kita harus lebih cepat mengelola bangsa ini melalui kemandirian bangsa,” katanya saat menutup Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Kamis (11/6). Wapres menjelaskan pemimpin yang kuat harus mempunyai pengetahuan dan keimanan. “Sebab hanya mempunyai tapi tak memiliki keimanan bisa menjadi otoriter seperti Adolf Hitler,” ungkapnya.

Ia menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah tertinggal dibandingkan China, India, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Padahal Indonesia mempunyai sumber daya alam berlimpah ruah dibandingkan negara tersebut. “Kita hanya bisa bersaing dengan Vietnam. Ini akibat terlambat mengelola kekayaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Ia mencontohkan selama merdeka secara politik, baru dua kali Indonesia mengalami swasembada beras. Padahal lahan pertanian yang dimiliki sangat luas. “Karena itu kita harus bekerja keras dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mempertahankan itu,” tegasnya. (Che/OL-06)
[Sumber:http://www.mediaindonesia.com]

Add comment June 12, 2009

Kalla Puji Dakwah LDII

Wakil Presiden M Jusuf Kalla memuji dakwah yang dilakukan LDII, yang telah melampaui seluruh penjuru tanah air. Menurut Kalla dakwah yang komprehensif dalam hal ini membina ahlak dan ilmu ummat merupakan bagian penting bagi pembangunan bangsa.

“Jadi dambaan kita semua bila makin hari ummat makin beriman, berahlak mulia serta makin berilmu. Dakwah dan pengabdian seperti ini patut diapresiasi, patut dipuji,” kata Kalla saat menutup Rapimnas LDII semalam.

Kalla juga menyinggung tentang perlunya cepat bergerak untuk memandirikan bangsa, karena sebagai bangsa yang merdeka sebaiknya juga merdeka dari berbagai ketergantungan. “Kita harus lebih cepat karena kita sudah tertinggal. Tak ada perlombaan yang terlambat. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Alhamdulillah baru saja kita capai swasembada pangan, mari kita terus tingkatkan kemandirian ini, dan terus tingkatkan kemandirian kita,” katanya.

Ketua Umum LDII Prof Dr Ir KH Abdullah Syam MSc dalam sambutannya menegaskan bahwa LDII makin inklusif dengan aktif dalam bidang kesehatan, pemberdayaan UMKM, pendidikan dan aktifitas sosial lainnya. “Kami ingin dakwah tak hanya lisan tapi juga dengan perbuatan, kedepan akan terus kami dorong dakwah perbuatan ini. Juga kami ingin turut serta dalam pembangunan demokrasi yang lebih bermakna,” kata Abdullah.

Rekomendasi Rapimnas LDII tersebut diantaranya agar negara memaksimalkan energi panas bumi dan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga nuklir, serta menghimbau rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya dan menyerahkan warga LDII untuk memilih sesuai dengan hati nuraninya. Dalam acara tersebut Jusuf Kalla juga menyerahkan penghargaan bagi warga LDII yang berprestasi. Diantaranya atlet Suryo Agung dan pemain sepak bola Budi Sudarsono. [Sumber: http://www.suaramerdeka.com]

Add comment June 12, 2009

Indonesia Butuh Pemimpin Kuat dan Beriman

Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini adalah pemimpin yang kuat dan memiliki keimanan. “Jika kita ingin bangsa ini kuat harus dipimpin oleh pemimpin yang kuat dan memiliki keimanan serta pengetahuan yang cukup,” kata Wapres M Jusuf Kalla saat menutup Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2009 di Jakarta, Kamis (11/6/2009) malam.

Menurut Wapres hal itu diperlukan bangsa Indonesia untuk menyelesaikan berbagai masalah yang sedang dihadapi. Jusuf Kalla mengatakan, kombinasi kepemimpinan yang kuat, memiliki pengetahuan dan beriman mutlak diperlukan. “Bisa saja kepemimpinan yang kuat tetapi kalau tidak memiliki keimanan akan bisa seperti Hitler,” katanya.

Sementara syarat berpengetahuan yang cukup diperlukan untuk bisa mengelola dan memecahkan berbagai persoalan bangsa. “Siapapun pemimpinnya harus mampu bertindak lebih cepat dan lebih baik. Kenapa kita harus lebih cepat?. Karena kita sudah terlambat banyak,” kata Wapres yang disambut tepuk tangan.

Ia menjelaskan saat ini Indonesia telah tertinggal jauh dengan India dan China. “Karena itu supaya kita bisa dihargai dan berwibawa di antara bangsa-bangsa lain kita harus lebih cepat dan lebih baik,” katanya. Namun untuk itu semua, tambahnya, bangsa Indonesia harus mampu mencapai kemandirian, baik kemandirian ekonomi maupun yang lainnya. “Kemandirian berarti bagaimana mandiri dalam bidang ekonomi,” kata. (more…)

1 comment June 12, 2009



 

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories

Archives

Recent Posts

Top Posts

Recent Comments

azwar on Wiki
qhj4ever on Kisah Nabi Muhammad Akan …
the_kedir!x on Persinas Asad Raih ‘Outs…
ABDUR ROHMAN on LDII Lampung Sosialisasikan Ha…
nasruden on Menara Asma’ul Husna…
darma on MUI Minta Masyarakat Sabar Tun…
darma on MUI Minta Masyarakat Sabar Tun…
t3tr4 on Kisah Nabi Muhammad Akan …

Favorite Link

LDII Space

LDII Zone

LDII Ponpes

RSS LDII.or.id

RSS ICT LDII

RSS Nuansa Online

Blog Stats

Top Clicks