Idul Adha Jatuh pada 8 Desember 2008
December 7, 2008
Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1429 Hijriah jatuh pada hari Senin, 8 Desember 2008. Ketetapan itu sesuai hasil sidang itsbat ( penetapan) awal Zulhijah di Gedung Departemen Agama (Depag) Jakarta hari Kamis dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama (Menag) No 164 Tahun 2008. Sidang itsbat dipimpin langsung oleh Dirjen Bimas Islam Depag Nasaruddin Umar yang mewakili Menag Maftuh Basyuni yang saat ini tengah menjalani tugas sebagai amirul haji di Arab Saudi. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan ormas-ormas Islam dan anggota BHR Depag.
Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag Muchtar Ilyas saat sidang itsbatawal Zulhijah di Gedung Depag Jakarta kemarin mengatakan, ijtima pada Kamis,27 November 2008 pukul 23.55 WIB, menunjukkan matahari terbenam di seluruh Indonesia dengan posisi hilal masih di bawah ufuk (-5 derajat 39 menit sampai -4 derajat 33 menit).“Sebanyak 27 kantor wilayah Depag provinsi menyatakan tidak melihat hilal,”ujarnya.
Dari hasil laporan rukyat yang tidak melihat hilal,maka bulan Zulqaidah 1429 H diistikmalkan (digenapkan 30 hari). Depag dalam menetapkan 1 Zulhijah menunggu kepastian dari Pemerintah Arab Saudi.
Anggota Persatuan Islam (Persis) Abdullah Rahmat mengusulkan agar penetapan akhir bulan Zulqaidah jangan menunggu keputusan kerajaan Saudi Arabia. Pada 1427 H dan 1428 H, ujar Abdullah, Arab Saudi mendahului 1 hari karena hilal masih di bawah ufuk. “Kondisi ini menjadi perdebatan dalam organisasi kami apakah ibadah hajinya sah atau tidak,”terangnya. Sementara perwakilan Al Wasliyah Hamim Aziz meminta agar pelaksanaan sidang itsbat dilakukan Depag pada akhir bulan Zulqaidah, tidak seperti saat ini yang menunggu ketetapan dari Arab Saudi.
“Sebaiknya seperti penetapan awal Ramadan dan 1 Syawal,”ujarnya.
Menanggapi hal ini,Dirjen Bimas Islam Depag Nasaruddin Umar berjanji akan menyampaikan keluhan ini ke Menag Maftuh Basyuni.“Kami ingin meramu seluruh pendapat yang masuk,” tambahnya. Pemerintah Saudi, kata dia, sering mengubah tiba-tiba keputusan hilal jadi tidak bisa masyarakat Indonesia menentukan dahulu.
Dia juga sepakat pengaturan wukuf di Indonesia jangan sampai memajukan wukuf hanya karena ingin haji akbar. Nasaruddin mengatakan, pihaknya sudah memprediksi seluruh negara Asia Tenggara,Asia Timur,dan Afrika akan sama.
“Kami memang menunggu meski hasilnya sudah ada,” imbuhnya.Namun karena tidak ada persiapan psikologis mengantisipasi jika Indonesia berbeda dengan Arab Saudi, Depag menanti keputusan Arab Saudi menetapkan wukuf.
Dia berharap, ormas Islam menyatukan pendapat dengan Depag.Terutama bagi beberapa oknum yang merayakan hari raya Idul Adha 2–3 hari sebelumnya.Nasaruddin juga berharap ke depannya ormas Islam mengirimkan wakil untuk sidang itsbat supaya ada persamaan metode penghitungan penentuan 1 Zulhijah sehingga meminimalkan perbedaan hari raya.
“Kami akan mempertemukan NU dan Muhammadiyah dan ormas lain di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta. Nanti kami akan menjembatani perbedaan,” paparnya. (reporter sindo rendra hanggara/editing hmsb-infokom/Niz)
Entry Filed under: Qurban. Tags: depag, idul adha, iduladha 2008, ldii, mui.




Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed