Nyantri di Ponpes Kediri

November 13, 2008

ponpeskediriRibuan santri dari berbagai daerah memilih tetap bertahan di sejumlah pondok pesantren di Kediri untuk memperdalam ilmunya diluar bulan Ramadan sekaligus untuk mendapatkan berkah (tabarukan) di bulan suci Ramadhan ini dengan mengikuti program pengajian kitab kuning.

Pengurus Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Ali Muhsin, menyebutkan, sekitar 2.000 santri dari berbagai daerah mengikuti pengajian kitab kuning selama bulan Ramadhan di pesantren yang letaknya di Kabupaten Kediri bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung itu. “Dari jumlah itu, sekitar 700 santri berasal dari ponpes lain di Pulau Jawa, sedang sisanya santri Ploso (Al Falah) sendiri yang memilih tidak pulang kampung, meski sebenarnya kegiatan belajar dan mengajar di bulan Ramadhan ini diliburkan,” katanya.

Pada Ramadhan tahun ini Ponpes Al Falah menjadwalkan satu kitab besar, yakni Tafsir Hadits Imam Muslim untuk ditamatkan dalam program pengajian kilat hingga hari ke-23 puasa Ramadhan.
Selain itu masih ada sekitar 54 kitab lain yang dijadwalkan tamat dalam pertengahan bulan Ramadhan karena tingkat ketebalannya relative lebih sedikit dibandingkan dengan Tafsir Hadits Imam Muslim.

Sementara itu di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, terdapat sedikitnya 4000 santri mengikuti tabarukan kitab kuning selama bulan Ramadhan ini. Pengurus Ponpes Lirboyo, M Rodli menyebutkan, dari jumlah tersebut 500 orang diantaranya adalah santri dari ponpes lain dan masyarakat umum. “Ramadhan tahun ini kami mengadakan pengajian kitab besar ilmu tata Bahasa Arab karya Ibnu ‘Aqil yang dijadwalkan tamat pada hari ke-21 puasa. ” ujarnya menjelaskan. Ditambahkan Rodli selain mempelajari tata bahasa Arab karya Ibnu ‘Aqil masih terdapat sekitar 50 kitab lain yang diajarkan dalam program pengajian kilat bulan Ramadan mulai pagi hingga malam hari.

Sedang di Ponpes Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kediri terdapat sekitar 2.000 santri yang mengikuti program pengajian kilat selama bulan Ramadhan ini. Menurut salah seorang pengajar, Ichwan Abdullah, dari jumlah tersebut, sebanyak 800 diantaranya adalah masyarakat umum, termasuk sembilan orang warga negara Malaysia. “Bagi masyarakat umum, biasanya lebih memilih tinggal di rumah-rumah sewa di sekitar pondok ini, berbeda dengan santri yang memilih tetap tinggal di pondok,” ujarnya.

Materi pengajian selama bulan Ramadhan ini adalah menamatkan kitab suci Alquran beserta dengan terjemahannya yang terbagi dalam empat ruang berbeda tergantung tingkat kemampuan berfikir peserta program pesantren kilat di Ponpes LDII.

Program pengajian kilat yang diselenggarakan beberapa pesantren pada bulan Ramadhan ini merupakan program ekstra kurikuler dan bukan sebagai suatu kewajiban bagi para santri karena tahun pelajaran yang diterapkan di lingkungan ponpes biasanya diawali pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Rajab.(aro) (Sumber:KEDIRI-RADAR)

Entry Filed under: Artikel. Tags: , , , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Categories

Archives

Recent Posts

Top Posts

Recent Comments

Fajar on Selamat & Sukses Rapimnas …
bojay on Guestbook
bojay on Cukuplah Kematian Sebagai…
bem fh uad on LDII Gelar Bakti Sosial Bersih…
Hasan Bisri on Persinas Asad Raih ‘Outs…
Galih Hermawan on About Blog LDII
Fajar on PERMATA CAI 2009
suhaeti on Menkes Resmikan Poskestren Sum…

Favorite Link

LDII Space

LDII Zone

RSS LDII.or.id

RSS Lintas Persada LDII

RSS Nuansa Online

Blog Stats

Top Clicks