Archive for September 9th, 2008
Pondok Pesantren LDII Burengan Kediri
I. Pendahuluan
Hingga saat ini kajian ilmiah mengenai Pondok Pesantren Burengan (PPB) yang terletak di kota Kediri sebagai salah satu pondok pesantren besar di Indonesia masih belum memadai. Padahal selama satu dekade terakhir ini PPB mengalami perkembangan yang luar biasa. Sejak tahun 2001 misalnya, PPB mengelola dan mendidik siswa (santri) mukim rata-rata berjumlah 1700 orang.1 Angka itu belum mencakup santri kalong yang pada saat tertentu secara periodik dapat mencapai 3000 orang.2 PPB tidak hanya mendidik santri-santri yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia tetapi juga dari luar negeri seperti Singapura Malaysia, Perancis, Belanda, Suriname, dan sebagainya. Dengan demikian alumni PPB juga menyebar di hampir seluruh wilayah di Indonesia dan luar negeri.
Apa yang digambarkan di atas berhubungan dengan efektifitas dan efisiensi dari sistem pendidikan yang diterapkan di PPB. Sistem pendidikan di pesantren ini terutama berbasiskan pada kajian intelektual dari sumber ilmu Islam yaitu Al Qur’an an Al Hadits. Metode pembelajaran yang diterapkan di pesantren ini berpegang pada kajian tekstual yang ditransformasikan dalam bentuk-bentuk kultural yang bersifat kontektual dan kemudian dimanifestasikan dalam prilaku yang islami.
Keunikan PPB juga dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang dimilikinya. Pesantren ini memiliki sarana gedung yang cukup representatif baik untuk ruang belajar, tidur, kamar mandi, perpustakaan, aula pertemuan dan olah raga, masjid, dapur dan sebagainya. Masjid yang berada di komplek pondok juga dilengkapi dengan menara setinggi 90 M. Apa yang paling menarik adalah kebersihan podok pesantren kelihatan sangat terjamin. Hal ini berbeda dengan citra pondok pesantren tradisional selama ini yang diidentikkan dengan penyakit kulit karena kejorokannya. Hal yang juga menarik adalah bahwa ribuan alumni lulusan PPB ini terserap oleh kebutuhan masyarakat modern yang haus secara spiritual. Mereka menjadi mubaligh di berbagai penjuru di Indonesia dan beberapa negara di luar negeri.
3 comments September 9, 2008
LDII Sragen Ikuti Training ESQ
Badan Amil Zakat (BAZ) Sragen menggelar Training Khatib dan Mubaligh pada Minggu (24/8) lalu, di Aula Sukowati Sragen. Kegiatan tersebut menggunakan pendekatan ESQ Zero to Hero.
Bidang Humas Panitia Khatib dan Mubaligh, Hariyanto, dalam siaran pers yang diterima Espos, Selasa (26/8), mengungkapkan, training diikuti oleh sekitar 230 orang peserta se Kabupaten Sragen. Mereka adalah wakil dari KUA, Ormas Ikadi, NU, Muhammadiyah, MTA, LDII, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Anshor, Pemuda Muhammadiyah, Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah dan para penyuluh agama. ”Materi yang disampaikan di antaranya adalah bekal dai, wawasan dai dan spiritualitas dakwah,” ujarnya. (sumber: http://www.solopos.net)
Add comment September 9, 2008
MUI Medan: LDII Bukan Organisasi Terlarang
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan menegaskan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan organisasi keagamaan terlarang. “Sebaliknya, organisasi ini dibutuhkan untuk membina umat Islam dalam kemaslahatan,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, diwakili Syafii Susanto MA, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kenaziran Masjid Al Hakim Lingkungan II, Mabar Hilir, bekerja sama dengan LDII Kecamatan Medan Deli, kemarin.
“Pada kurun waktu 2005-2006, saya sempat menerima instruksi Departemen Agama agar memantau aktivitas LDII di Masjid Alfalah. Tapi, setelah dicermati, ternyata ajaran LDII sesuai dengan Al Quran dan Hadis,” papar Syafii Susanto, di hadapan ratusan warga LDII yang memadati halaman Masjid Al Hakim.
Menurutnya, instruksi memantau aktivitas LDII muncul akibat organisasi keagamaan itu terkesan tertutup dan ekslusif. “Saya mengimbau masyarakat tidak terjebak dalam pandangan kasat mata saja. Sebelum menilai, hendaknya mengetahui secara mendalam, sehingga tidak menimbulkan fitnah seperti yang menimpa LDII,” tegasnya.
(more…)
Add comment September 9, 2008
Ahlaq dan Budi Pekerti Orang Iman
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَخْلاَقِ الْمُؤْمِنِ :
١ - قُوَّةً فِي دِيْنٍ :
> Orang beriman itu harus kuat memegang teguh pendiriannya, kuat memegang teguh keyakinannya, tidak mudah terpengaruh keadaan dan tidak lemah karena cobaan.
٢ - وَحَزْمًا فِي لِيْنٍ :
> Orang yang beriman itu harus mampu memberi penilaian yang benar, tegas dalam mengambil sikap tetapi berlapang dada, mudah menerima nasehat, pitutur dan pengarahan2, tidak membela diri karena kuwatir jatuh harga dirinya, bisa sakdermo, hatinya gampangan untuk di ajak maju, berprestasi yang lebih baik dan menuju kearah kesempurnaan.
٣ - وَإِيْمَانًا فِي يَقِيْنٍ :
> Orang yang beriman itu imannya mantab, yaqin terhadap kebenaran yang diperjuangkan, tidak ragu2 dalam menunjukkan kebenaran, rela berkorban demi suksesnya cita2 kebenaran Qur’an dan Hadist (more…)
1 comment September 9, 2008



