Beda Sedikit-Sedikit, Wajar
August 25, 2008
Drs. K.H. Ahmad Shodri – Tokoh Ulama dan Ketua Forum Ulama dan Habaib Betawi Ketua Majelis ulama indonesia Jakarta Timur
LDII, sementara kita rekrut berdasarkan fatwa dari Kyai Ma’ruf Amin bahwa LDII akan diajak ke jalan yang lebih baik lagi. Fatwanya kita ikut MUI. Jangan mengikuti pendapat semaunya mereka (orang-orang yang menghujat, mengharamkan, red). Tapi sementara ini saya lihat LDII sudah banyak gabung ke MUI. Termasuk garapan saya di Jakarta Timur ini, alhamdulillah mesjid-mesjid LDII sudah kagak ada yang pake papan nama LDII. Sudah diturun-turunin. Termasuk yang dekat rumah saya. Saya nggak mengusulkan untuk diturunin, tapi mereka yang konsultasi ama kita. Kita arahkan supaya LDII jangan najisin orang yang bukan jama’ah LDII. Kita klarifikasi, mereka bilang ”tidak.” Sebagian besar jama’ahnya menjawab begitu. Ya sudahlah jangan diperdebatkan. Terus saya juga mengklarifikasikan waktu kasus yang di Klender. Orang-orang nuduh Islam Jama’ah dan mau dibakar. Saya bilang jangan. Selama ia mengucapkan dua kalimat syahadat, mereka itu saudara kita. Beda sedikit-sedikit, wajar. Beberapa mesjid sudah kita ceramahkan, dan responnya cukup positif. Di Islamic Center waktu itu, mereka melakukan tabligh akbar, dan yang ceramah dari kita, MUI (Jakarta) dan para pengurus MUI dari wilayah (kotamadya) lainnya.
Pengalaman saya pribadi, saya kenal pengurus LDII baik-baik saja. Namun laporan dari masyarakat ada aja. Tapi setelah kita tabayyun, ternyata nggak ada apa-apa. Dan mereka mengikuti kita. Beda dengan Ahmadiyah yang tidak kooperatif, dan masih mengakui Nabi lain.
Soal budaya manqul yang dituduhkan, ya orang yang nuduh harus tahu ilmunya. Orang yang demikian harus tahu mustholahul Hadits. Maaf-maaf aja, sekarang orang pada banyak yang nggak paham, gimana mau ngritik. Santri di pesantren salaf aja, belum tentu nguasai semua, apalagi yang nggak mesantren. Gimana mau ngritik. Makanya, yang di pesantren itu, kalau ada Hadits yang dibilang dhoif, tapi nilai maslahatnya banyak, tetap digunakan.
Waktu Musyawarah Nasional LDII di Jakarta, cukup besar acaranya. Mereka biasa, pake jas, pake peci, dan baca doanya ketua MUI DKI, kyai Munzir. Gimana kita mau curigain, kayanya nggak ada. Sementara berita yang sumbang ada, kita wallahu a’lam. <50%>
Entry Filed under: Opini. Tags: opini LDII, tentang LDII.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed



1.
djunaedird | August 25, 2008 at 7:24 pm
Kalau kita mau meneliti diri sendiri, bakal nggak sempat meneliti lain orang.
2. Jangan Memvonis Karena Ke&hellip | September 29, 2008 at 1:57 pm
[...] 1 comment August 25, 2008 <!–qhj4ever–> [...]