Pengamanan Masjidil Haram Diperketat
Aparat Keamanan Arab Saudi mulai memperketat pengamanan kawasan Masjidil Haram dan sekitarnya demi kelancaran dan kenyamanan para jemaah calon haji menunaikan ibadah. Komandan Satuan Pengamaanan Masjidil Haram Kol. Yahya AL-Zahrani, Rabu, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengerahkan 2.194 petugas keamanan terdiri dari l.557 satpam dengan 114 perwira (setingkat komandan peleton-red), 23 atasan (komandan kompi) dan empat komandan diatasnya (komandan batalion) dan 500 anggota polisi.
Selain itu akan diturunkan pula satuan pengamanan darurat, satuan keamanan reguler untuk memperkuat satuan militer dan Garda Nasional lainnya yang akan ditempatkan di dekat pintu-pintu Masjidil Haram (35 pintu). Sementara mengenai perluasan ruang untuk Sa`i (lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah) dan penambahan eskalator di bagian utara Masjidil Haram diharapkan akan meningkatkan kenyamanan jemaah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

(more…)
Add comment November 18, 2009
Prosesi Jumrah Diharapkan Lebih Lancar
Jalannya prosesi melontar jumrah di Mina diharapkan lebih lancar dengan rampungnya pembangunan jembatan jamarat berlantai lima di kawasan itu karena jemaah calon haji bisa memanfaatkan fasilitas “hi-tech” yang disediakan.
“Kami akan terus memonitor dan mengawasi arus jemaah yang melontar jumrah, ” kata Asisten Komandan Pengamanan Haji Mayjen Saad Al-Khelavi seperti dikutip Arab News, Selasa. Ritual melempar jumrah yang merupakan salah satu wajib haji (harus dikerjakan, jika tidak maka harus membayar dam atau denda) akan dilakukan mulai 10 Zulhijah (27 November) dan tiga hari setelah itu (hari Tasrik).
Ada tiga jamarat di Mina yakni Ula, Wustha yang berjarak 150 meter dari Ula dan Aqabah yang berjarak 190 meter dari Wustha. Jumrah Aqaba dilakukan pada l0 Zulhijah (saat Idhul Adha atau 27 November) saat matahari mulai tenggelam sampai tengah malam, kemudian melontar ketiga jumrah secara berurutan pada ketiga hari setelahnya mulai saat matahari tergelincir sampai tengah malam.
Melempar jumrah adalah ritual untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda setan untuk membangkang dari perintah Allah menyembelih anaknya, Ismail. Karena Jembatan jamarat tidak akan bisa menampung lebih dari 300.000 jemaah sekaligus dalam satu jam, maka Mayjen Al-Khelawi akan menempatkan petugas yang akan mengatur ritual tersebut, dan segera akan menghentikan dulu, jika jumlah jemaah sudah melebihi angka tersebut. Operasi pengamanan ritual pelemparan jumrah, menurut dia, akan melibatkan sekitar 12.000 petugas, juga dibantu dengan l.850 kamera yang ditempatkan di sejumlah lokasi ritual dan Masjidil Haram. (more…)
Add comment November 18, 2009
Mega Proyek Renovasi Masjidil Haram
Salah satu tempat yang pasti dikunjungi para jemaah haji, adalah Masjidil Haram. Mesjid yang bernilai sejarah tinggi itu saat ini sedang dalam proses perluasan. Renovasi yang masuk kategori mega proyek itu, disebut-sebut menjadi yang terhebat sepanjang dilakukan renovasi di beberapa bangunan dan lokasi di area ibadah haji.
Jika sudah selesai direnovasi pada 2020 nanti, luas Masjidil Haram akan berubah lebih lapang karena ada penambahan halaman hingga 300 ribu meter persegi. Luas Masjidil Haram sendiri saat ini tidak lebih dari 365 ribu meter persegi. Itu artinya, jika renovasi selesai dilakukan, luasnya akan bertambah hampir dua kali lipat.
Sebagai gambaran, saat ini saja dengan luas yang sudah ada, jemaah yang bisa ditampung di halaman dan dalam masjid mencapai 2 juta orang. Jadi, bisa dibayangkan dari sekarang, berapa juta jemaah lagi yang bisa ditampung jika mega proyek itu benar-benar selesai.
Raja Abdullah, selaku penjaga dua kota suci (Khadimul Haramain), ingin menambah luas masjid kebanggaan umat Islam seluruh dunia itu hingga bisa menampung banyak lagi jamaah. Untuk melancarkan pelaksanaan mega proyek itu, digelontorkanlah dana sebesar Rp920 triliun. Dana sebesar itu, termasuk untuk membangun gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, apartemen dan hotel-hotel baru di Makkah.
Data yang dirilis Kementerian Urusan Kota dan Desa Arab Saudi, proyek perluasan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi itu ternyata mencakup juga tempat parkir dan lokasi untuk beribadah Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah. Di lokasi Sa’i, rencananya akan dibangun hingga bertingkat tiga. (more…)
Add comment November 18, 2009
Vaksin Halal Diharapkan Digunakan Tahun 2010
Selama musim keberangkatan haji tahun ini, terdapat beberapa calon jemaah haji yang memutuskan batal berangkat karena enggan divaksinasi meningitis. Padahal Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan vaksin meningitis tersebut untuk dipergunakan. Vaksin meningitis sendiri merupakan salah satu persyaratan kesehatan yang diminta oleh Pemerintah Arab Saudi bagi setiap jemaah yang akan menunaikan ibadah haji. Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan, vaksin tersebut memang mengandung enzim babi.
“Karena belum ada penggantinya, vaksin itu dapat digunakan karena sifatnya darurat,” ujar Sekretaris MUI Jawa Tengah, Ahmad Rofiq, Selasa (17/11). Ia mengungkapkan, keputusan MUI yang memperbolehkan vaksin tersebut karena statusnya darurat serta belum ada yang halal.
Pada jemaah asal Embarkasi Adisumarmo Solo sendiri tercatat enam jemaah yang menyatakan enggan divaksinasi meningitis, karena vaksin tersebut terindikasi mengandung bahan yang diharamkan. Empat di antaranya adalah jemaah kloter 34 asal Solo, serta dua jemaah Kloter 24 asal Kabupaten Jepara yang memutuskan untuk menunda keberangkatannya pada tahun 2009.
Terkait soal masih terdapatnya jemaah yang menolak vaksin meningitis, ia menyatakan bahwa hal tersebut menjadi keputusan masing-masing jemaah. Namun, MUI telah mengajukan usul pada pemerintah untuk dapat mengupayakan pengganti vaksin. “MUI pusat telah meminta untuk dibuat vaksin pengganti,” ujarnya di Asrama Haji Donohudan sesaat sebelum keberangkatan. Diharapkan pada penyelenggaraan haji tahun depan, vaksin pengganti yang halal sudah dapat digunakan. [http://harianjoglosemar.com/]
Add comment November 18, 2009
LDII Sosialisasikan Peran Polri
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bekerja sama dengan Polsek Metro Palmerah melakukan sosialisasi peran Porli di masyarakat sesuai dengan UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. LDII juga melakukan sosialisasi UU Lalu Lintas dan Narkoba.
“Kegiatan semacam ini seharusnya bisa dilakukan secara berkala oleh pihak kepolisian maupun ormas lain, sehingga maksud dan tujuan UU No 2 Tahun 2002 bisa diserap dan diketahui oleh lapisan masyarakat di tingkat paling bawah,” kata Ketua Panitia Sosialisasi LDII M Yusup, di Jakarta, kemarin (10/11).
Menurutnya, pergeseran paradigma pengabdian Polri yang sebelumnya cenderung digunakan sebagai alat penguasa kearah mengabdi bagi kepentingan masyarakat telah membawa berbagai implikasi perubahan yang mendasar. Salah satu perubahan itu adalah perumusan kembali perannya sesuai UU Kepolisian yang menetapkan Polri berperan selaku pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, serta pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Yusup mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan 8 November 2009 tersebut di ikuti oleh kelompok sadar hukum (pokdarkum) masyarakat dan warga jamaah LDII kecamatan Palmerah. AIPTU Polisi Bahrun dari Polsek Metro Palmerah mengatakan, Polri sebagai pemelihara kamtibmas maupun sebagai penegak hukum haruslah dijiwai oleh tampilan perilakunya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti penyuluhan dan sosialisasi ini cukup tinggi. Terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Sayangnya, akibat keterbatasan waktu, tidak semua pertanyaan peserta bisa di jawab. “Hal ini menjadi PR Panitia untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di masa-masa yang akan datang,” kata Yusup. n [Sumber:http://jurnalnasional.com]
Add comment November 18, 2009
LDNU Kolaborasi dengan LDII
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) sebagaimana tahun yang lalu, pada Ramadlan tahun ini LDNU menyelenggarakan kegiatan pendidikan Dai dan Daiyah tingkat Nasional angkatan ke V.
Pada tahun ini penyelenggaraan kegiatan tersebut dibilang cukup luar biasa karena diikuti bukan hanya dari kalangan NU, tetapi ada yang dari institusi lembaga dakwah diluar NU seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan lainya. Bahkan para nara sumber juga dari berbagai disiplin ilmu.
Pendidikan kader dakwah LDNU yang diikuti 150 peserta ini di selenggarakan selama tujuh hari dari tanggal 25-31 Agustus 2009 bertempat di Gedung PB NU, Jakarta.
“Tahun ini memang agak istimewa karena peserta dan pembicaranya dari berbagai lembaga dakwah yang ada di Indonesia,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat LDNU KH Nuril Huda, di Jakarta, kemarin (31/8). [Sumber:http://jurnalnasional.com]
Add comment November 18, 2009
Ucapan Selamat untuk SBY-Boediono
Keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengucapkan selamat atas dilantiknya Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia dan Prof.Dr.Boediono, M.Ec. sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II masa bakti 2009-2014.
Teriring doa semoga Alloh Subhanahu Wata’ala melimpahkan petunjuk, lindungan dan bimbinganNya dalam mewujudkan Indonesia yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Hormat kami Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prof.Dr.Ir.KH.Abdullah Syam, M.Sc sebagai Ketua Umum. Sekretariat: Jl.tawakal IX No.13-15, Telp.021-5605851, 5682232; Fax:021-5633197, Jakarta Pusat 11440. [ www.ldii.or.id - www.ldii-online.com - www.blogldii.wordpress.com] (click gambar untuk memperbesar- red.)
Add comment November 9, 2009
Kisah Nabi Muhammad Akan Difilmkan
Kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam segera dituangkan dalam film layar lebar. Adalah Almoor Hodings, perusahaan media yang berbasis di Qatar, mendanai film yang akan diproduseri Barrie Osborne, yang pernah menggarap The Lord of the Rings dan The Matrix.
Rencana proyek senilai 150 juta dolar AS (Rp 1,4 triliun) ini diumumkan di Qatar, Minggu (1/11). Selain Osborne, acara ini dihadiri Dr Yousuf Al Qardawi, pengamat sejarah Islam terkemuka di Doha dan Ahmed Al Hashemi, Direktur Alnoor Holdings.
“Saya terinsiprasi dengan kesempatan yang diberikan untuk mengangkat kisah sejarah dan perjuangan sosok yang sangat diagungkan di dunia,” terang Osborne.
Qardawi sendiri yang akan memimpin penelitian perjalanan sejarah Nabi Muhammad. Ia sekaligus menjadi konsultan dalam film itu. Dana film ini berasal dari investor pribadi dan Alnoor Fund, yang dimiliki Alnoor Holdings. Rencananya film ini dibuat dalam versi Bahasa Inggris agar bisa dinikmati banyak kalangan. Alnoor Holdings akan melibatkan tim produksi dan aktor internasional untuk film ini. Pengambilan gambar dilakukan mulai 2011 mendatang.
Al Hashemi menekankan pentingnya pembuatan film itu untuk seluruh dunia. “Ada lebih dari 1,5 miliar warga Muslim di dunia dan Islam merupakan agama dengan perkembangan terpesat. Kisah Nabi Muhammad memiliki hubungan besar bagi penduduk Muslim maupun non Muslim,” terangnya. pen/tel/tis [Kompas.com]
4 comments November 3, 2009




