Kodam Jaya dan LDII Resmikan Gedung Pendidikan Ulama

Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris bersama Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) H Teddy Suratmadji, MSc meresmikan Gedung Pendidikan Dasar Ulama (PDU) Yayasan Hisbul Wathon di Cempaka Putih Jakarta Pusat, Jumat. Renovasi pembangunan gedung Yayasan Hisbul Wathon pimpinan KH Ibrahim Karim tersebut dilaksanakan atas kerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI), LDII dan Kodam Jaya.

Siaran pers Humas LDII, Jumat, menyebutkan, renovasi gedung tempat mencetak para ulama itu menghabiskan biaya sekitar Rp84 juta yang dikerjakan secara marathon oleh para prajurit Kodam Jaya dalam waktu 30 hari atau tepat sebulan setelah penandatanganan kerja sama renovasi antara Pangdam Jaya dan Ketua DPW LDII Provinsi DKI.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris dalam sambutannya mengatakan pendidikan di bidang pembangunan akhlak adalah hal yang paling mendasar untuk menciptakan masyarakat yang kondusif khususnya di wilayah teritorial Kodam Jaya. Program itu merupakan tindak lanjut pertemuan Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris dengan Ketua DPP LDII H Teddy Suratmadji yang bersama-sama sepakat untuk kerjasama merenovasi sarana pendidikan dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia.

H Teddy Suratmadji mengatakan LDII menyambut baik karena sebagai ormas pertama yang menjadi mitra Kodam Jaya dalam membangun pendidikan moral bangsa. “Kesamaan visi untuk menciptakan kedamaian melalui Pendidikan Ulama diharapkan akan mencetak semakin banyak manusia Indonesia yang berakhlak mulia,” katanya.(*) Editor: Ruslan Burhani  http://www.antaranews.com

April 21, 2012 at 2:45 pm 8 comments

Totopong Warnai Rakernas 2012 LDII

Menteri Agama Suryadharma Ali membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2012 Lembaga Dakwah Islam Indonesa (LDII di IPB International Convention Center Jalan Pajajaran Kota Bogor, Rabu (11/4/2012). Ada hal yang menarik dalam pembukaan Rakernas LDII tersebut undangan yang hadir mengenakan ikat kepala termasuk Menag Suryadharma Ali.  Ikat kepala tersebut sengaja dibagikan oleh pihak panitia.

Di Kota Bogor penggunaan ikat kepala atau orang sunda menyebutnya totopong kini terus di kampanyekan oleh para budayawan dalam berbagai kesempatan acara.  Penggunaan totopong merupakan ciri khas orang sunda. Rakernas LDII yang diikuti sekitar 1.100 peserta dihadiri Ketua MUI Pusat Adnan Harahap, dan Sekretaris Daerah Kota Bogor  Bambang Gunawan, serta tokoh-tokoh lainnya.

Dalam sambutannya Menag Suryadharma Ali menyatakan pemerintah mendukung perubahan arah dakwah LDII yang fokus pada upaya pembangunan kesalehan sosial masyarakat.  “Saya menyambut baik apa yang menjadi perjuangan LDII saat ini. Kementerian Agama siap bekerjasama dalam mendukung dakwah LDII,” katanya. Menag mengingatkan, LDII harus mengambil peran dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam mengatakan pihaknya akan menjadikan dukungan pemerintah sebagai modal untuk memulai upaya pembangunan umat.  “Ini akan menjadi modal kita dalam mengembangkan karakter umat dan akhlaqul karimah masyarakat Indonesia,” ujarnya. Rakernas 2012 akan berlangsung selama dua hari mulai 11 April hingga 12 April yang diikuti oleh anggota LDII seluruh Indonesia. Anggota LDII yang telah hadir berasal dari seluruh provinsi dan 426 kota/kabupaten se-Indonesia. (chris) [http://www.beritabogor.com]

April 21, 2012 at 2:41 pm Leave a comment

Tutup Rakernas LDII, Wapres Boediono Tekankan Pentingya Zakat

Wapres Boediono menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2012 di Botani Square, Bogor, Jawa Barat. Boediono menekankan pentingnya zakat untuk menciptakan keseimbangan dan keadilan dalam masyarakat.

“Tidak lengkap keimanan muslim jika ia tidak melaksanakan perintah zakat, yang merupakan wujud nyata kontribusi kita sebagai individu pada kepentingan bersama. Zakat dalam arti luas adalah menciptakan keseimbangan dan keadilan di dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Wapres Boediono saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2012, Kamis (12/4/2012).

Boediono mengatakan, profesional menghendaki ketaatan dalam kaidah-kaidah profesi, menuntut independensi dan kesungguhan untuk terus menyempurnakan hasil kerjanya. Sedangkan religiusitas menuntut manusia untuk menghayati dan mempraktikkan nilai-nilai agama yang universal.

“Di antara nilai-nilai agama itu yang paling tinggi adalah keadilan. Bersikap adil berarti menetapkan segala sesuatu di tempatnya, adil juga berarti mendahulukan kepentingan masyarakat. Dengan demikian muslim yang profesional dan religius adalah muslim yang berkeahlian, independen, adil, dan mendahulukan kepentingan orang banyak,” katanya. Boediono juga menekankan pentingnya pendidikan untuk kemajuan bangsa. Pendidikan yang baik dapat meningkatkan kualitas SDM dan sejarah dunia sudah membuktikan hal tersebut. [http://news.detik.com]

April 21, 2012 at 2:36 pm Leave a comment

Wapres: Perbankan Syariah Indonesia Peringkat Empat Dunia

Wakil Presiden Boediono mengatakan, aset perbankan syariah Indonesia per akhir 2011 menduduki peringkat keempat di dunia. “Aset perbankan syariah Indonesia menduduki posisi keempat dunia setelah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi,” kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2012 di Botani Square, Bogor, Kamis (12/4).

Dia menambahkan, total aset perbankan syariah Indonesia per akhir 2011 mencapai lebih dari Rp140 triliun. “Dalam catatan saya rata-rata pertumbuhan perbankan syariah di dunia sekitar 10 hingga 15 sementara pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai rata-rata 40 persen,” katanya.

Dia menambahkan, pertumbuhan saham syariah, sukuk dan reksadana syariah juga sangat menggembirakan di mana kapitalisasi saham syariah hingga akhir tahun lalu mencapai Rp1.414 triliun dan outstanding sukuk mencapai lebih dari Rp 5,4 triliun.

Sementara itu, Wapres Boediono juga mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar ekonomi bisa tumbuh dengan baik.”Selain itu pemerintah juga menciptakan kesempatan yang makin merata bagi semua warga negara untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya,” katanya.

Dia juga mengatakan, pemerintah akan terus melakukan penanggulangan kemiskinan dengan menyediakan bantuan langsung di bidang pendidikan, kesehatan, penyantunan sosial kepada masyarakat kurang mampu maupun dengan mendukung usaha kecil dan menengah. “Hal tersebut dilakukan melalui berbagai program yang dapat membantu percepatan kemampuan mereka untuk berkembang dan mandiri,” katanya. (Ant/ICH) [http://www.metrotvnews.com]

April 21, 2012 at 2:33 pm Leave a comment

Wapres Minta LDII Bukan Hanya Khutbah

Wakil Presiden Boediono meminta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan hanya melakukan dakwah dalam bentuk khutbah, tapi juga melakukan kegiatan nyata dalam bidang pendidikan dan kewirausahaan. “Dakwah seperti itu jauh lebih efektif dan berdaya guna bagi masyarakat,” kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2012 di Botani Square, Bogor, Kamis (12/4/2012) pagi.

Wapres juga mengatakan, pendirian LDII mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas peradaban, kualitas hidup, harkat martabat dan turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia. “Guna mencapai tujuan tersebut, LDII memerankan diri menjadi wahana bagi pendidikan dakwah keagamaan dan kemasyarakatan yang bersifat independen, mandiri, terbuka, moderat, majemuk dan setara,” katanya.

Kata kunci dari upaya itu, menurut wapres adalah pendidikan. “Kunci keberhasilan meningkatkan martabat manusia dan bangsa terletak pada keberhasilan mendidik manusia,” ujarnya. Dia juga mengatakan bahwa sejarah dunia menunjukkan bahwa kualitas SDM dan pendidikan menjadi penentu maju mundurnya suatu bangsa. “Itulah sebabnya saya menganggap tepat tema yang diusung dalam Rakernas LDII yakni ’Pengembangan SDM Profesional Religius untuk Indonesia Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan dan Bermanfaat’,” tuturnya.

Untuk itu, Wapres Boediono meminta kepada seluruh jajaran LDII untuk terus melakukan kegiatan nyata khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. “Seiring dengan dinamika sosial yang terjadi saat ini LDII sebagai salah satu organisasi masyarakat penting di Tanah Air, hendaknya terus membina anggotanya agar jadi SDM Indonesia yang tangguh dan berkualitas,” katanya. Dengan demikian, ujar Wapres, LDII ikut membantu pemerintah dalam mendorong pembangunan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. [http://megapolitan.kompas.com]

April 12, 2012 at 5:50 am 1 comment

Menag Dukung Dakwah LDII

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyatakan pemerintah mendukung perubahan arah dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selanjutnya akan fokus pada upaya deradikalisasi dan pembangunan kesalehan sosial masyarakat. “Saya menyambut baik apa yang menjadi perjuangan LDII saat ini. Kementerian Agama siap bekerjasama dalam mendukung dakwah LDII,” katanya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2012, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4).

 Menurut Menag, LDII harus mengambil peran dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam SDA). “LDII harus menjadi bagian dalam pembangunan bangsa ini. Kembangkan sumber daya yang ada agar dapat mendorong pembangunan umat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Adnan Harapan menambahkan.

 Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam mengatakan, pihaknya akan menjadikan dukungan pemerintah sebagai modal untuk memulai upaya pembangunan umat. “Dukungan ini akan menjadi modal kita dalam mengembangkan karakter umat dan akhlaqul karimah masyarakat Indonesia,” katanya.

 Suryadharma Ali menyatakan, Islam adalah agama toleran dan memberikan hak hidup kepada agama lain. Indonesia dengan umat muslim 85 persen harus menunjukkan hidup rukun dengan umat agama lain. “Oleh karena itu, warga LDII dan umat Islam pada umumnya agar menyebarkan dakwah yang dapat menghapus stigma negatif terhadap Islam,” katanya.

 Menurut Menag, keragaman dan perbedaan merupakan sunatullah yang menjadikan kehidupan di dunia warna-warni. Perbedaan pandangan dalam Islam sendiri, tutur Suryadharma yang juga Ketua Umum PPP ini, berawal dari kebolehan bahkan anjuran berijtihad dalam memahami teks-teks keagamaan. Di masa Nabi Muhammad SAW hidup, para sahabat lebih banyak mengandalkan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, tapi setelah Nabi wafat yang berarti terputusnya wahyu kebutuhan berijtihad semakin meningkat,” ujarnya.

 Apalagi, tutur dia, banyak di antara umat Islam tersebar di wilayah kekuasaan Islam menghadapi berbagai persoalan baru yang belum ada petunjuk sebelumnya. Meski demikian, dia mengharapkan umat Islam tidak membesar-besarkan perbedaan. Namun, Menag yakin bahwa agama Islam dapat mempersatukan perbedaan-perbedaan itu, karena Islam tidak membedakan satu dengan yang lainnya.

 “Islam menghormati perbedaan ini harus kita sampaikan kepada masyarakat bahwa Islam agama yang paling tepat di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Oleh karena itu, salah jika ada yang menyatakan bahwa Islam bertentangan dengan demokrasi. Juga salah besar jika Islam tidak bisa memberikan toleransi pada perbedaan-perbedaan. Pemahaman ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang mendiskreditkan Islam,” katanya.

 Rakernas LDII berlangsung dua hari, 11-12 April 2012. Rakarnas yang dihadiri sekira 1.500 pengurus LDII di seluruh Indonesia itu akan ditutup Wakil Presiden Boediono. Sejumlah tokoh hadir dalam rakernas ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan lainnya. (Yudhiarma)http://www.suarakarya-online.com

April 12, 2012 at 5:43 am Leave a comment

Menag: Ajaran Islam Justru Memberikan Hak Hidup Kepada Agama Lain

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan tidak benar ajaran Islam itu keras, tidak toleran dan tidak memberikan hak hidup kepada agama lain. Indonesia yang umat muslimnya sekira 85 persen telah menunjukkan hidup rukun dengan umat agama lain (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Chu).

Pemeluk agama mayoritas memberi tempat kepada pemeluk umat agama lain yang minoritas untuk melakukan aktivitas sehari-hari. “Oleh karena itu, warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia –red) dan umat Islam pada umumnya agar menyebarkan dakwah yang dapat menghapus stigma negatif terhadap Islam,” kata Menag pada acara pembukaan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) di Gedung IPB International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4)

Menurut Menag, keragaman dan perbedaan merupakan sunatullah yang menjadikan kehidupan di dunia warna -warni. Dia mengutip al-Qur`an surah Hud, ayat 118, “Dan kalaulah Tuhanmu (wahai Muhammad) menghendaki, tentulah Ia menjadikan umat manusia semuanya menurut agama yang satu. (Tetapi Ia tidak berbuat demikian) dan kerana itulah mereka terus-menerus berselisihan.” Perbedaan pandangan dalam Islam sendiri, kata Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum PPP itu, berawal dari kebolehan bahkan anjuran untuk berijtihad dalam memahami teks-teks keagamaan. “Di masa Nabi Muhammad SAW hidup, para sahabat lebih banyak mengandalkan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, tapi setelah Nabi wafat yang berarti terputusnya wahyu kebutuhan berijtihad semakin meningkat.” Apalagi, lanjutnya, banyak di antara umat Islam tersebar di wilayah kekuasaan Islam menghadapi berbagai persoalan baru yang belum ada petunjuk sebelumnya, dari sini muncul perbedaan yang disebabkan teks keagamaan al-Qur`an dan hadist yang mengandung berbagai penafsiran dan adanya perbedaan tingkat pemahaman. (more…)

April 12, 2012 at 5:39 am Leave a comment

Older Posts


April 2014
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Twitter LDII News

RSS LDII.or.id

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 243,031 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers